juminten pergi
malam yang cerah tanpa gelembung awan, hanya bintang yang terbit menghiasi wajah parto yang berjalan menuju rumah juminten. beberapa saat sampai parto didepan halaman rumah juminten,jantungnya masih berdebar ketika tangannya mengetuh pintu rumah yang telah terbuka.
“assalamualaikum” salam parto menyela diantara ketukan pintu.
“walaikum salam, masuk mas” juminten muncul dari balik tirai tenggah ruangan dengan senyum yang menyambut kedatangan parto
hati parto berbunga-bunga menangkap senyuman yang meluncur disudut bibir juminten yang malam ini mengenakan baju kembang-kembang.
“ada apa ten,kok tumben kamu meminta saya datang malam ini melalui jupri.”parto duduk menghadap kearah juminten duduk.
“ga ada apa-apa kok mas, gimana warung rame,siapa yang jaga?” juminten mencoba membuat suasana tampak wajar.
“warung masih rame waktu saya tinggal kesini tapi untung pa genthong yang gantiin saya.”parto memperhatikan juminten dan menangkap hal yang aneh dengan keadaan ini.
“sebenernya ada apa ten ?”parto melanjutkan pencarian maksud diundangnya dia kerumah malam ini.
juminten terdiam sejenak dan mencoba mencari kalimat awal untuk mengutarakan maksudnya
“..eem.. ga ada apa-apa kok mas,cuman saya mau menyampaikan bahwa saya akan pergi menjadi TKW, demi keluarga saya dan kalau memang kita ada jodoh untuk kita juga.”
kalimat juminten agak gugup dan hanya sesekali dia menatap mata parto yang serius mengawasinya.
parto hanya terdiam,pikirannya sulit menerima apa yang telah dikatakan oleh wanita yang duduk mengisi hatinya.
“apa kamu nyakin dengan apa yang kamu putuskan ten”
“sudah mas,dan sabtu nanti saya akan berangkat ke surabaya untuk mendapat pelatihan”
ruangan menjadi sepi dan beku hanya detik jam yang terdengar diantara pikiran parto dan pikiran juminten, mendung yang melintas di mata juminten tersambar kilatan mata parto yang menyulutnya menjadi hujan turun melintasi pipinya. parto hanya mematung diantara kelu.
“kenapa secepat itu kamu memutuskan ten, cepat sekali..”parto menghembuskan nafas panjang,mencoba menguasai keadaan.
“maaf mas, tapi ini bukan hal yang saya inginkan tapi ini jalan satu-satunya untuk mengembalikan biaya haji bapak mas.” juminten hanya tersedu menghadapi pilihan keluarga dan parto.parto beranjak mendekati juminten dan mengusap kepala
yang tersandar di sandaran tempat duduknya.
“ya sudah ten, kamu sabar ya..dan nyakin akan keadaan yang harus kita jalani dan mungkin ini yang terbaik buat saya,kamu dan keluargamu. saya akan disini menunggu,hanya kamu ten”parto meraih tangan juminten dan menyakinkan bahwa hanya dia wanita yang akan ada dihatinya
“kamu hati-hati disana ten,dan jangan lupa berdo’a”
“iya mas”juminten memeluk parto dan menumpahkan semua keadaan bersama air matanya
lama mereka membiarkan keadaan menengelamkan perasaan mereka,mendengarkan cinta mereka berbicara tanpa suara.
setelah parto berpamitan,ia berjalan pulang dan menapaki terkaan apakah gerangan perjalanan hidupnya.ketika melewati tenda nasi goreng pak suji dia berhenti dan duduk disalah satu bangku plastik.
“ech..dek parto,kok tumben mampir”pak suji hanya mengengok sebentar dan kembali
membolak balik nasi dipengorengan.
“iya pak, nasi goreng satu ga pake kecap”parto kembali memikirkan rencana kepergian juminten. tangannya menyangga kepalanya yang tertunduk diam.
aroma bumbu yang berbaur bersama angin tak mampu mebuat parto berselera makan,
dibenaknya hanya memikirkan kepergian juminten.di antara denting wajan beradu
dengan sutil mengalun pelan chicago dari radio kecil diatas gerobak pa suji
……
If you leave me now, youll take away the biggest part of me
No baby please dont go
If you leave me now, youll take away the very heart of me
No baby please dont go
….

Uhuk–huk, nagis sesenggukan sambil nelan ludah…kenapa begitu cepat.
Tenang to,…cari sasaran lain!
Speechless…
Parto & Juminten akan segera jadi jomblo secara de facto
Sedih lhooo!
kok pergi semua hari ini iks
huuuu kok semua pergi hari ini
sabar ya mas. tabah…
*eh..ini bukan pengalaman si penulis blog?*
Mellow sekali postingan si parto hari ini.
welcome..di dunia perjombloan.
Don’t cry…. (ala GNR)
Kalau satu pintu tertutup pintu lain akan terbuka itu kata MA, masih inget kan To?
[...] Pak Suji sudah menjadi office boy dikantorku sejak tahun 1999, setahun setelah kantor tempatku bekerja membuka cabang di Bali. Secara pribadi aku merasa hormat dan kagum pada beliau, di usianya yang sudah memasuki kepala lima beliau masih tetap semangat dalam menjalankan pekerjaan. Bahkan masih tetap menjalankan usaha sampingannya untuk berdagang nasi goreng pada malam hari di Jalan Gatsu Barat. Padahal aku sendiri mungkin takkan sanggup seperti beliau, setelah bekerja dari pagi (karena harus membersihkan kantor maka pak Suji harus datang kekantor satu jam lebih awal dari jam kerja ) hingga jam 4 sore, dan malam hari berjualan nasi goreng hingga tengah malam (wuih..pasti capek banget). Bisa dibilang pekerjaan yang dilakukan pak suji pun tidak sedikit, mulai dari membersihkan kantor, pergi fotocopy, terkadang harus ke bank untuk kliring giro/cek, bayar listrik dan telepon, ke Polda untuk ngurus surat ijin masuk kota dan masih banyak lagi. Sepulang kerja beliau masih harus menyiapkan keperluan dagangan dan berjualan hingga tengah malam. Sungguh semangat beliau benar-benar luar biasa, sehingga aku ingin menjuluki pak Suji adalah office boy idolaku. Beliau juga orang tua yang sabar dan kalau berbicara dengan karyawan kantor halus seperti berbicara dengan anaknya sendiri, ada satu hal yang membuatku kagum yaitu meskipun beliau hanya bekerja sebagai office boy tapi beliau memiliki pemikiran yang cukup maju. Dari penghasilannya sebagai office boy dan berjualan nasi goreng, beliau bisa menyekolahkan putranya sampai ke Perguruan Tinggi dan menjadi sarjana. Mungkin begitulah perjuangan seorang ayah yang mengharapkan putra-putrinya untuk maju dan menjalani hidup lebih baik dari orang tuanya. Terkadang kita mungkin tidak melihat dan memperhatikan orang-orang seperti beliau yang hanya bekerja sebagai office boy dikantor kita, tapi sesungguhnya bila kita mau memperhatikan dan berbagi dengan mereka, banyak pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari kehidupan mereka. Caiyo..pak Suji… nasi gorennya enak [...]
hiks..hiks..hiks…kacian mas parto ditinggal juminten, tapi gpp mas kan besok kalo juminten balik mas parto bisa memperluas warung bahagia. Jadi ga sempit lagi kayak sekarang, kalo aku makan kesana ga desak-desakan duduknya ma si jupri yang asik masyuk ma dayu, piye mas? setuju ora???
# bli artana
bukan sasaran lain bli’ tapi korban yang lain
# jensen99
iya jadi jomblo lagi nich
# almascatie
hikss…lagi musim kali.
# cK
teng cik,
agak nyerempet dengan kisah yang nulis
# Ina
kapan bikin partai jomblo nich..?
# mbak Yoga
yup..
smoga pintu yang lain akan membawa kembali cahaya yang hilang.
# adek
iya kaliya dek, kapan-kapan kamu juga asyik mayuk ama bli wayan donk!
ketika cinta sudah tertanam, kita harus siap untuk melepaskannya…
ah tapi aku tetep sedih