Diam

Kuarungi lautan malam ini dengan semua keterjagaanku
Ribuan bintang yang tak pernah terjangkau keinginan
Berdialog dengan wajah di cermin keheningan
Hanya kebisuan diantara tatapan mata yang mengarah kepadaku

Tak kudengar rintih lirih dari dalam sunyi jiwaku
Telinggaku sudah tuli dengan intuisi-inutisi yang muncul bagai asap
Mata ini pun tidak jelas menagkap lukisan abstrak yang hanya sekejap
Sebelum ia memudar dan hilang utnuk kesekian kali.

Rasa galau dengan kegelisahan yang berkembang subur membayangi harapan
Kuasatasi dengan berpura-pura nyakin bisa mengantasi keadaan
Namun kwatir bila kegelisaan itu ternyata lebih menyita perhatianku
dibanding denga nyakin yang bisa membawaku dari semua dilema itu

Seperti ombak yang meninggi dan kadang hanya beriak
Membuat laut tetap akan memberikan kekuatan u/bergerak memutar bumi
Membentuk awan yang memberikan hujan pada ladang ladang kering
Meresap merasuki tanah sejauh mungkin ia bisa lakukan

Diam dan cobalah u/lebih dalam
Rasakan dan hanya rasakan,jangan berfikir rasa gerangan
Berhenti dan hentikan semua hasratmu
Dan mulailah berbicara dengan dirimu dengan akrab dan mesra

Parto,denpasar,29/11/06

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s