Kosong: O

Lihatlah pergantian siang
DAri pekatnya jelaga malam akan luntur disiram cahaya pagi
Renungkanlah senja,pintu gerbang menuju kerajaan malam
DAri terik dan peraknya matahari berubah menjadi jingga dan redup

Rasakan desiran angin yang tanpa henti melumurimu
Perhatikan gulungan ombak di laut yang tyada akhir
Kenapa semuanya demikian..?
K’arna Tuhan tiada pernah terpejam mengawasi cipta_Nya

Begitulah Tuhan memelihara
Sampai nanti suatu saatnya tiba
Akhir dari sebuah awal
Kembali menjadi tiada dan kosong

Menagislah akan rindumu kepada kekosongan
Berdo’alah ketika kau terpojok di dinding dirimu
Uraikanlah benang kusut jejak hidupmu
Kekosongan adalah tempat tak bertepi dan kosong

Seperti ombak yang bergulung kosong,ia tak peduli terjalnya karang,
Menghantamnya lalu bergulung kosong
Seperti angin yang bertiup kosong,ia tak peduli pohon yang kokoh tertanam.
Meniupnya lalu berhembus kosong.

paRtO, denpasar 03/05/05

5 thoughts on “Kosong: O”

  1. Kosong? Bener banget. We come from nothing to nothing, so… kosong adalah titik di mana AKU sudah tidak ada lagi, karena ternyata kalau tubuh ini diurai, kita memang tidak ada. So, KOSONG…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s