Rumi:tentang belajar dari objek

Setiap objek dan wujud di alam semesta,
adalah wadah berisi kearifan dan keindahan yang tumpah ruah,
setetes air dari tigris yang tidak dapat di tahan oleh lapisan kulit.
Setiap wadah meluapkan sisinya dan membuat bumi semakin bersinar,
seakan-akan di selubungi kain satin

(Rumi:We are there )

Dari petikan puisi Rumi,bisa menjelaskan bahwa kehadiran seseorang itu bisa memberi pelajaran lebih banyak dari pada sebuah buku,kita ini adalah perpustakaan kearifan dan keindahan yang tidak dapat ditahan oleh lapisan kulit.Hal-hal gaib punya kisah-kisah sendiri yang tidak pernah kita duga dari apa yang terlihat bukan hanya mengenai kita melainkan juga tentang setiap objek dan wujud di alam semesta:

dari sini mungkin masih ada hubungannya dengan postingan sebelumnya nasehat seekor anjing

6 thoughts on “Rumi:tentang belajar dari objek”

  1. bahwa kehadiran seseorang itu bisa memberi pelajaran lebih banyak dari pada sebuah buku…

    Ya benar…bahkan seseorang yang hadir dengan membawa kejahatan sekalipun masih tetap membawa suatu pelajaran (hidup) yang bisa kita ambil

  2. Ya benar…bahkan seseorang yang hadir dengan membawa kejahatan sekalipun masih tetap membawa suatu pelajaran (hidup) yang bisa kita ambil

    Ah! Jadi sekali waktu aku pernah komen pas liat orang yang gak aku suka ngobrol dengan teman dekat, “Aku nggak suka liat dia. Ada urusan apa kamu sama dia?”
    Tentunya dengan seabrek alasan kenapa aku ndak suka. Alasan yang disepakati temanku itu. Tapi akhirnya dia bilang begini, “Lex… dia memang busuk. Aku tau itu. Suka main perempuan. Suka berjudi. Suka mabuk. Tapi… orangnya itu banyak tahu. Karena dia bergaul sama orang yang lebih brengsek dari kita, tapi lebih pengalaman dalam hidup.”

    Eh, terus disodori cerita Nabi Yusuf yang bersama pengikutnya (atau pegawainya, semasa pegang jabatan di Mesir?), melewati bangkai kuda. Sementara orang menutup hidung dan meludah sambil berkata jijik, Nabi Yusuf terpana. Ia ditegur, dan katanya, “Baunya memang busuk. Tapi… giginya begitu putih, ya?”

    Entah benar cerita ini entah tidak, aku ndak pernah periksa. Toh, kalo ini pun statusnya sama dengan fairy tales, yang utama di situ: melihat sisi baik dari sesuatu yang buruk yang boleh jadi kita benci…

    *jadi ngeblog gw…*:mrgreen:

  3. # Alex
    Kebetulan saya suka tentang makrifat dan cerita kebijaksanaan. klo teks
    electronicnya saya blo punya.
    # bli’ deking
    saya juga setuju tentang hal itu,dan saya tambah tau dan banyak belajar dari
    para tetangga di kelurahan wordpress ini.

  4. wadah berisi kearifan dan keindahan yang tumpah ruah

    Betul, hanya terkadang (atau sering yah:mrgreen: ) kemampuan kita untuk melihat kearifan dan keindahan itu tertutup oleh pikiran negatif, konsep, logika dsb.

  5. # sigid
    setuju mas,kenapa ? karena lingkungan kita telah membuat konsep perpendapat hanya tentang yang terlihat secara lahiriah,namun jarang sekali melatih kita untuk melihat apa dibaliknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s