Cinta, Jiwa dan Kebebasan

Sesuatu yang berkaitan dengan berada di tengah keluarga,sekolah,agama,bisnis dan pemerintahan membuat kita mengangap ketiganya(cinta,jiwa dan kebebasan) ini terpisah dan bahwa menyatukan mereka sangat sulit. Sebelum kita mengetahui , kita dapati diri kita sendiri memanfaatkannya sebagai sarana tawar menawar untuk dijadikan  jaminan jiwa kita untuk cinta,cinta kita untuk kebebasan,atau kebebasan untuk cinta.

Namun,kebanyakan  cintalah yang kita tawar.Jika kita tumbuh di tengah keluarga dan sekolah,kita menginginkan penerimaan dan membutuhkannya untuk tetap bertahan. Plus,kita dilatih untuk mencarinya:senyum untuk nilai A berarti persetujuan,hadiah dan penerimaan;kerut di dahi dan nilai F berarti celaan,hukuman dan penolakan.Jika orang tua dan guru mengangap jiwa kita tidak bisa diterima.Jiwa kita dan kebebasan untuk hidup, dengannya itulah satu satunya yang kita punya.Jika jiwa kita menemui celaan “siapa dirimu tidak dapat diterima;jadilah seperti yang aku perintahkan”,jika seperti itu kita berada dalam keadaan yang sulit.

Maka kita saling menawar.Kita singkirkan siapa diri kita untuk mendapatkan cinta.Jika kita menerima pesan bahwa jiwa kita tidak memenuhi standar,kita menjadi orang lain.Kita menjadikan diri kita seperti apa yang diingikan orang lain jika itu syarat agar kita bisa diterima.Untuk menemukan tempat jiwa kita, kita menyerahkan jiwa kita.

Sebagai anak pun kita tidak punya bayak pilihan.Jiwa mungkin menganggap kebebasan sebagai pemberian tetapi sitem sosial dimana kita dilahirkan biasanya tidak demikian. Bukan hanya cinta,kebebasan pun harus diupayakan.Semakin kita mendekati apa yang di tuntut oleh keluarga , sekolah , agama, dan teman bermain , semakin leluasa mereka membiarkan kita melakukan apa yang kita ingkan.Tetapi  pada saat itu “apa yang kita inginkan ” tidak banyak berarti.Kita bebas untuk mengungkapkan citra yang patuh sistem.bukan jiwa kita.Yang berarti kita bebas untuk mejadi mahasiswa dengan  nilai A semua, orang beriman yang pasrah dan anak  yang patuh,bukan pemimpi, pemikir yang skeptis atau mandiri.

Pilihan pilihan yang sama kita hadapi saat kita dewasa, saat kita sudah lebih siap memilih.Namun,bahkan pada waktu itu ,taruhanya sangat besar,dan pilihanya pun sulit.Mengahasilkan uang berarti kita diterima oleh masyarakat,sebagian diantaranya cukup menyetujui kita dibiarkan mengambil jalan sendiri,tidak punya uang bearti bahwa kita kurang diterima.

Tetapi ,seberapa besar arti penerimaa masyarakat? disatu pihak  jika kita mengesampingkan persetujuan  dan menjalakan kebebasan kita untuk menjadi diri kita apa adanya,kita mungkin harus hidup di awang awang.Lembaga-lembaga membayar kita untuk mejalakan perintah mereka,kita bisa menjadi diri kita apa adanya pada saat kita sendiri.dilain pihak jika kita memilih untuk terikat pada sitem politik ,profesi atau agama ikatan itu memaksa kita menjalankan peran yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Menukar jiwa dan kebebasan untuk cinta menjadi sebuah jalan hidup, dan kita membuang harapan untuk menyatukan ketiganya(cinta,jiwa dan kebebasan) bersama-sama.Sisa waktu itulah yang menguji penyatuan mereka.

5 thoughts on “Cinta, Jiwa dan Kebebasan”

  1. (Mungkin) kecuali kita punya posisi tawar yang sangat2 kuat, untuk betul2 bisa menjadi diri kita sendiri di tengah sistem sosial masyarakat, tanpa bermaksud untuk bersikap semaunya, tentu saja. Dengan begitu kita bisa terus eksis dengan kompromi seminimal mungkin. Tapi ini jelas “hidup di awang2” walo gak impossible juga. Semoga cinta bisa membebaskan jiwa… (& live happily ever after…)

  2. # bachtiar
    premium…😀
    # ‘K
    emang kita suka coba berpura2 agar disukai orang lain.menyedihkan skali
    ‘tapi temenan ini ga pura pura lho ‘
    # superkecil
    maen petasan yuk,..
    # Jensen99
    Semoga cinta bisa membebaskan jiwa…dan bener bener bebas tanpa ada salah
    satu yang dipake tuk membebaskan ketiga elemen (amin)
    * keep learning *

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s