Renungan:kisah pemuda tentang sufi

teks diambil dari sufinews.com

Alkisah, ada seorang pemuda yang selalu berkoar-koar menentang para sufi. Suatu hari, Dzun-Nun mencabut cincin dari jarinya dan memberikannya kepada si pemuda.

“Bawalah cincin ini ke pasar, dan gadaikanlah seharga satu dinar (uang emas),” kata Dzun-Nun.

Pemuda itu pun membawa cincin Dzun-Nun kepasar, tetapi tidak ada yang mau membelinya lebih dari satu dirham (uang perak). Akhirnya, pemuda itu kembali dan memberitahukan Dzun-Nun akan hal tersebut.
“Sekarang bawalah cincinku ini ke toko perhiasan, dan tanyakan berapa mereka menghargainya,” kata Dzun-Nun kepada si pemuda.

Para ahli perhiasan menghargai cincin itu seribu dinar. Setelah pemuda itu kembali, Dzun-Nun berkata padanya, “Engkau mengetahui para sufi sebagaimana para pemilik kios di pasar mengetahui cincin ini.”
Pemuda itu akhirnya bertobat, dan tidak lagi apriori kepada para sufi.

—(ooo)—

4 thoughts on “Renungan:kisah pemuda tentang sufi”

  1. # asukowe
    klo saya lihat asukowe sebagai nick name di wordpress ,ga masalah
    klo saya lihat asukowe sebagai URL anda di wordpress,bagus..,teks nya juga
    klo saya lihat asukowe sebagai kata tunjuk,terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s