when I pray

Melewatkan kewajibanku
masih sekedar kulit,
namun aku s’lalu mencoba
mencari isi dari itu.

Berdiri menghadapkan wajahku
masih sekedar ritual
tapi aku s’lalu mencoba
menghadapkan hati dan pikiranku

Kutengadahkan tanganku
masih sekedar permohonan
dan aku s’lalu mencoba
menyerahkan keyakinanku

Denpasar,16/05/05

12 thoughts on “when I pray”

  1. Bli’, aku jadi curiga, koq aku sering ngerasa ‘moment’ yang selalu bertepatan dengan yang bli’ tulis, terus either you or me start writing it. Waks, jangan jangan…🙂

    Anyway, bener banget, butuh usaha keras untuk “melihat”Nya. Karena yang dinilai bukan outputnya, tapi prosesnya. Subhanallah…

    Tetap berkarya ya bli, lovely poem!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s