POHON,DAUN dan ANGIN

Langit biru membentang menaungi hijau rimba,udara segar pagi berhembus ramah menjamah puncak gunung,berbisik mesra diantara irama satwa. Sepotong awan merambat pelan serius mengamati tubuh tegak di depan gubug kayu sederhana namun indah di bahu gunung. wanita itu bernama DAUN, dulu ia menjalin cinta dengan POHON. Perasaan cinta muncul dari dalam kekar POHON yang mengaliri perhatian,persahabatan dan ketulusan cinta hanya untuk DAUN.
DAUN menerima cinta POHON,mungkin ia adalah wanita penuh dengan rasa iba hingga tidak tega melukai dan menyayat hati POHON bila ia menolak cinta POHON.Entah kenapa DAUN mulai gelisah,tidak bisa mengingkari bahwa ia mulai jatuh cinta kepada ANGIN yang selalu mengoda dengan tiupan lembut dan melumuri dengan bait-bait cinta dari kalimat-kalimat mantra dewa asmara.
“Aku senang kamu kembali dan menemaniku, pantas saja pagi ini matahari malu-malu mengintip dari balik gundukan awan,kupu-kupu enggan mengepakkkan sayap,sepertinya bunga-bunga mekar untuk menyambut kedatanganmu” suara POHON berjalan menghampiri dari arah pondok,kata-katanya mengalir memeluk angan-angan apa yang di pikirkan DAUN yang tanpa berkedip menatap dalam lautan kabut di jurang tinggi dan terjal yang dengan tepat bibirnya dipijak kaki-kaki mungil DAUN.
“Bagaimana kabarmu?aku turut berduka atas apa yang menimpa ANGIN.Rahasia hidup dan begitulah hidup,semua yang berwal akan menemui akhir” POHON berdiri tepat di samping DAUN yang masih mematung,diam dan menyapa POHON tanpa mampu mengerakkan bibirnya.
” semenjak kau pergi bersama ANGIN,lembah ini terus menanti kedatangganmu”POHON mencoba mengingatkan kembali lembaran-lembaran hari yang telah dilewati bersama DAUN.
“Kamu masih ingat legenda jurang ini?” tanya DAUN tanpa mengalihkan pandangannya dari hamparan kabut yang masih menggenangi jurang

“Tentu saja,cerita tentang sepasang kekasih yang tidak bisa bersama dikehidupan sekarang dan mengorbankan diri untuk bersama di kehidupan mendatang”POHON menjawab dengan lega mendengar suara DAUN yang sudah dirindukan terdengar ditiap sudut telinganya.
“katakan apa yang kau inginkan”tanya DAUN dengan suara lebih berat dan nyaris tak terdengar jelas.
“aku ingin bersamamu selamanya”POHON menegaskan suaranya dan perlahan menghadapkan pandangannya ke sosok wanita yang dipuja ditiap ia memejamkan mata. Namun terlambat wanita itu telah melompat dan melayang sejenak sebelum hilang di pekatnya kabut yang mengalir dingin dijurang terjal dan dalam.
Pohon menggigit bibirnya mencoba menahan teriaknya,namun usahanya sia-sia. Burung dan langitpun terdiam saat teriaknya menggema mengawali tangisnya, lunglai terduduk tanpa asa.

2 thoughts on “POHON,DAUN dan ANGIN”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s