Rumi:Kisah sang kijang

seorang pemburu menangkap kijang dan memasukkannya kedalam kandang
bersama kawanan sapi dan keledai.

Kijang berlari kesana -kesini dengan takut dan binggung
setiap malam pria itu menuangkan jerami yang sudah dipotong
untuk hewan di kandang.
Mereka menyukainya,tetapi kijang melompat cepat dari kanan ke kiri
di dalam kandang besar,berusaha untuk menjahui debu jerami yang penuh asap dan dari hewan-hewan yang berdesakan untuk memakannya…

selama berhari-hari hewan yang anggun ini
mengeliat-liat seperti ikan yang dilempar ke atas tanah.
seperti tahi dan kemenyan langka yang ditaruh
bersisihan dalam sebuah kotak.

seekaor keledai berkata dengan sarkastis,”anak ini gila!
dia pasti sangat istimewa!”

Yang lain,”bersama dengan pasang air,dia pasti sedang
membuat mutiara.Mungkin mutiara murahan.”

Yang lain,”mengapa dia tidak bisa makan apa yang kita makan?”

keledai lain sakit perut dan menawarkan pada kijang itu
makanannya dengan undangan resmi

“tidak,terimakasih.aku sedang tidak sehat juga”

Keledai merasa tersinggung.”jangan sok tinggi
apa kamu takut apa kata orang
jika kamu terlihat makan bersamaku?”

Kijang itu tidak menjawab,tetapi berfikir,
“makananmu memang untukmu.itu bisa menguatkanmu
tapi aku tahu ada ladang di dekat sungai kecil
tempat tumbuhnya bunga bakung dan bunga mangkuk serta kemangi
makananku ada di sana.Takdir telah membawaku kesini.
tapi aku tidak dapat melupakan tempat itu.
meski tubuhku menua dan sakit,semangatku akan tetap menyala

Rumi: feeling the shoulder of the lion

3 thoughts on “Rumi:Kisah sang kijang”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s