postingan ga penting:Cijalu trip

Base on true story,ini kisah saya dan kedua temen saya.gini critanya.

Pada suatu saat dikala senja meninggalkan malam yang sunyi dan gelap datanglah si susi (dia itu sweet girl) ke kostku di bekasi.kedatangannya membawa kabar klo gimana ngisi libur semesteran di isi dengan hacking (padahal cuman pindah tidur) ke purwakarta tepatnya di curug (air terjun) ‘cijalu’.tanpa pikir panjang gimana entar nasib disono saya iyakan aja rencana itu setelah mendapat persetujuan dari Rio,my sharing room friend.Dengan modal nekad sampailah pada hari H dimana kita memulai perjalanan dengan kereta menuju purwakarta.didalam kereta kita ngobrass kangin kauh,and berbagi kue yang sudah dibawa susi,( maklum cowonya cuman modal dengkul ).setelah menunggu beberapa waktu sampailah kita bertiga di station purwakarta.susi adalah guide kami jadi kemana kaki harus melangkah harus menunggu komandonya,klo bandel ya otomatis nyasar.

kendaraan awal untuk kesana adalah naik mikrolet,dan kejadian awal yang mengharukan adalah,sendal baru si rio kejepit kaki kursi mobil,so…luka pertama dari sendal baru.setelah melihat kanan dan kiri kulihat saya banyak pohon teh eh eh.di dalam mobil kita sempet berkenalan dengan anak-anak pecinta alam lain yang kebetulan dari bekasi juga,so ..kita semua mengeluarkan jurus soq akrab agar perjalan tidak mebosankan.(abis pohon teh mulu coba klo ada sungai plus para kembang desa yang pada mandi wow…)

sesampainya di pemberhentian akhir,kita semua turun dan klo ngaku anak pecinta alam (bukan alam mbah dukun yg itu lho )pasti akan menikmati suasana kebon teh dan sejuknya kabut dengan berjalan kali.namun kita… sempet-sempetnya ngobrol dulu ampe dua jam-an sampai rombongan yang dari bekasi udah ga keliatan.lalu munculah ide,”pak ojek pa”kami mulai tawar menawar ojek.hah..ojek ples dech…judulnya hacking kow naik ojek,ya begitulah untuk memepersingkat waktu.akhirnya kita bertiga naik ojek menuju rumah tempat kami menginap.diatas ojek bisa saya rasakan lembut kabut dengan baunya yang khas menusuk hidung membuat ingusku tak terbendung mengalir pelan.satu dua rombongan sudah kami salip dan akhirnya tibalah kita pada rumah yang dituju.

setelah berbasa basi sebentar saya dapet satu kamar dgn rio sementara susi berdua dengan ibu pemilik rumah,nah yang jadi korban bapaknya ga dapet kamar malam ini he he he.saya dan rio berfikir klo susi kenal akrab dan sering datang kesana.usut punya usut ternyata dia juga baru yang kedua setelah diajak temen-temennya nginep itupun udah beberapa tahun silam.wah….salut absolut marsogut pokoknya orang Indonesia tiada duanya.malam itu kami di jamu makan malam dengan nasi liwet dengan sambal serta rebusan daun singkong yang mana nasinya masih hangat dan dimasak di atas perapian kayu wah….lezaattt banget.klo sekarang boleh dibilang mak nyuss…

setelah merebahkan semua capek duduk di atas ojek,cepat sekali mata ini terpejam meski harus berselimut double,secara di sana duingin.pagi hari yang berkabut dan segarnya udara kebon teh.ketika saya buka mata dan ternyata si susi rajin juga,doi dah bangun dan bantuin ibu nyiapin buat teh dan cemilan temen minum teh.pagi ini kita berencana pergi ke curug yang letaknya dekat dgn tempat menginap saya,kita berangkat dari belakang rumah yang terhampar luas hijau daun teh dan lekukan bukit-bukit yang sangat molek berpose di depan kami.dengan berjalan santai kita melalui sela-sela pohon teh dengan terus berkoar-koar,saya juga heran apa saja yang diomongin.

si rio yang doyan buanget dan terobsesi jadi model,selalu dan always minta di foto.hem…waktu melewati sepetak sawah bercokollah mahesa( kerbau )ditengah sawah,melihat fenomena itu si rio langsung minta di foto dgn background si mahesa.setelah puas jepret sana jepret sini akhirnya kita melanjutkan perjalanan.curug cijalu tidak terlalu extrim untuk ditaklukkan ( duh bahasanya koq ketinggian ).setelah melewati pos retribusi kira-kira tinggal 100 meter dan sesampainya disana terobati sudah lelah kami ( ga lelah-lelah amat sich )dengan keindahan aliran air yang jatuh dengan bebas membaur bersama angin yang terasa dingin.melihat dan mengamati keadaan tadi maka saya menimbang dan memutuskan untuk menjauh dari air.melihat history saya punya alergi udara dingin dengan balutan air.namun berhubung udah jauh-jauh dari bekasi dan ga tau kapan bisa dateng lagi maka sekedar mengugurkan alasan tadi saya ceburkan diri dalam kesegaran air yang langsung diterjemahkan dingin buanget oleh otak saya.tetep moment kedinginan di pake buat bercanda dan berexpresi di depan kamera.

setelah merasa bosan dengan air dan udara dingin kita memutuskan untuk kembali ke base camp.selama perjalanan pulang tetep ada aja bahan untuk di obrass,karena terkena alzaimer ( emang kita pikun or ga pratiin jalan awal )kita menempuh jalan berbeda dari jalan berangkat. tetep tema perjalan adalah kebun teh yang lumayan bikin gerah klo di rambahi di tengah bolong begini.sampailah kita memasuki kebun biasa dan kita nyakin klo kita pasti nyampe.kebun itu lumayan luas dan banyak semak-semak belukar.jalan yang kita laluipun cuman jejak-jejak setapak yang meninggalkan bekas untuk orang yang melintas mengikuti nya.
Entah kenapa or mungkin terbawa suasana hutan rimba kita agak-agak tegang,maklum kita biasanya di rimba metropolitan. saya berjalan paling depan diikuti susi dan kemudian rio,kami berjalan terus mengikuti jalur setapak dan tiba-tiba saya berteriak dan menghambur ke belakang bermaksud melarikan diri setelah melihat kepala mahesa yang tepat dan persis di depan kami dan menghadap kearah kami,
“hhaaaahhhhhh…kebooooo” teriakku membubarkan barisan dengan kepanikan yang lumayan histeris.
spontan susi berlari mengikutiku dan dengan teriakkan khas wanitanya aaahhhh……
sementara si rio dengan gaya yang berbeda berlari mendekati pohon sambil hendak memanjatnya dan kata-kata yang terucap adalah… hahh kebo hah keboo sambil terus tangannya berusaha memanjat,echmmm entah itu hanya banyolannya or emang dia juga parno liat tuch mahesa ha ha ha….

setelah menelpon 911 ( yg ini boong )keadaan tenang dan aman terkendali maka berlahan dan extra hati-hati kita mengusir kerbau itu agar tidak mengejar kami ( parno banget,padahal kerbo nya ga ngapa-ngapain ).dan akhirnya kita bernafas lega setelah simahesa menyingkir dari jalan busway.
ah… akhirnya sampai juga kita di base camp dengan beberapa pucuk teh yang kami petik (narsisnya mulai muncul tuk buat teh seduh sendiri )dan kata sambutan nya adalah
“udah pulang dek,ibu udah siapin makan siang lho”
kata-kata yang indah setelah perjalanan kali ini.setelah makan siang dan istirahat beberapa saat kami berpamitan kembali ke bekasi,kembali ke habitat asal kami dengan rutinitas yang membosankan dan sekaligus menyenangakan karna bisa berduaan lagi sama belahan jiwa.perjalan yang menyenangkan dan sekaligus akan kurindukan bisa jalan bareng dengan susi and rio.bagaimana kabar mereka,apakah mereka sudah setua aku?

9 thoughts on “postingan ga penting:Cijalu trip”

  1. wow, story nya bagus jg, membuat ak tersenyum senyum sendiri, mengingat yg telah lalu, kapan ya kita bisa jalan-jalan lagi seperti dulu, jadi kangen nich

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s