jogging dan yang naik turun

Pagi-pagi sekali si parto mengakhiri mimpinya,segera dia siap-siap untuk meregangkan otot di lapangan yang lumayan jauh dari tempat tinggalnya di kampung jawa,ya jelas dilihat dari namanya 80 percent adalah orang imigran dari luar Bali. Pagi masih meyisakan potongan mimpi namun parto sudah berangkat mengajak jupri tetangga
sebayanya,lagian minggu warung buka agak siang. Sesampainya di lapangan langsung parto dan jupri melakukan warming up klo istilah Gp-nya:mrgreen: setelah dirasa cukup langsung parto dan jupri tancap gas pol rem pol berlari-lari kecil mengitari lapangan. beberapa lap sudah mereka lewati dan ketika dirasa lemass… mereka mengakhiri jogging pagi ini dengan berjalan santai untuk merileks-kan kaki-kaki dan menurunkan detak nadi.
“Lihat pri matahari sudah beranjak dari dunia bawah, kata si zarathustra klo matahari terbenam itu tandanya ia sedang menyinari dunia bawah.” crita parto sambil jalan santai mengatur nafasnya yg masih terengah-engah dipacu darah.
” oo gitu tho, aku koh malah belum denger hal itu ya,setau saya bumi ini bulat jadi dimana sisi gelap,yang lain sedang terang di peluk siang” timpal jupri mengemukakan pendapatnya
ya..itu khan cuman kiasan pri, ndak usah dibahas, liat lapangan ini sangat segar di tiup pagi jadi bagus untuk kita berolahraga pri,lagian klo sudah terang begini khan bisa liat yang seger-seger,ya tho..? tanya parto untuk tidak memperpanjang crita matahari.
“iya memang remang pagi sudah luntur tersiram matahari.jadi kita bisa beristirahat sekarang?”keluh jupri yang bener-bener udah amat sangat lemas sekali.
” Pri,kita duduk di sini saja,lagian asyik melihat ibu-ibu yang sedang senam he he he ” kata parto yang langsung duduk menghadap barisan ibu-ibu yang rutin senam tiap hari minggu.
“ah..kamu ini to..parto..” jupri duduk disebelah parto dan masih mengatur irama nafasnya.
setelah melumuri kerongkongan dengan air putih,parto masih melihatkan pandangannya pada barisan ibu-ibu senam. melihat hal itu jupri jadi jengah..
“heh….melihat aurat beberapa menit itu sudah dosa, mereka bukan
mukrimmu tau.. ” cetus jupri yang langsung menyambar botol mineral
dari tangan parto.
seperti tiupan angin yang berdesir parto tidak mengindahkan kata-kata jupri.
“lho emangnya kenapa tho klo saya lihat mereka,pri. toh saya senang
melihat mereka semangat menyambut pagi ini dengan berolahraga. itu
khan baik untuk kesehatan ya ,,tho…ya tho.
tu….tu.. lihat” parto mengisyaratkan agar jupri mengikuti permintaanya, “lihat ga ibu muda yang pake baju ijo dengan sablon bibir dan celana panjang merah itu, “wah..wah..diantara yang lain
sepertinya dia semangat sekali meliuk-liukkan tubuhnya.” kata parto
sambil terus memperhatikan ibu berbaju ijo.
“halah…paling kamu liat yang menonjol naik turun naik turun itu khan?,dasar kamu ini udah punya juminten jamu yg setia koq masih gatel. eling to…eling to…
udah ach aku mo pergi, dari pada nambah dosa”. jupri bersiap-siap untuk beranjak..
tangan parto menahan jupri untuk mendengarkan apa yang akan disampaikannya.
“bukan begitu pri, lha yang melihat yg nonjol naik turun khan kamu
pri,kamu barusan bilang.”
“duduk dulu tho ojo kesusu”( bahasa jawa reflek untuk mengurungkan
niat jupri dgn nada sabar )”gini pri saya ada crita nih..”
“halah…udah salah mau menghindar lagi”,jupri tetep kekeh dengan
opininya.
“makanya dengerin dulu”,parto langsung memulai ceritanya
“ini crita dua orang biksu yang ingin menyebrang sungai. sebelum
meyebrang dia bertemu dengan wanita yang juga ingin kesebrang, wanita
itu meminta tolong untuk di sebrangkan berhubung arus lagi deras.
biksu A menolak mentah-mentah karena amat sangat dilarang menyentuh
wanita, dosa..dosa itu dosa…,dan menegaskan untuk tidak menolong
wanita tadi dan meyebrang sendiri. namun biksu B mengendong wanita
tadi ke sebrang, melihat kejadian tadi bisku A marah dan itu seperti
apa yang kamu bilang tadi ke saya.namun biksu B menjawab aku sudah
menurunkan wanita itu sesampainya disebrang tapi mengapa engkau masih
mengendongnya..?”
“dari sini sudah tidak perlu saya jelaskan lagi,Jupri itu khan pintar
dan ganteng baik hati pula, ha ha ha tangan parto mengoyang-goyangkan
bahu jupri yang merengut agar jatuh derai senyumnya.
“alah kamu ini bisa aja,muji muji ujung-ujungnya minta ditraktir bubur
kacang ijo depan itu khan”.senyum jupri luruh juga dan mereka beranjak menuju tukang bubur yang biasa mangkal di lapangan.

8 thoughts on “jogging dan yang naik turun”

  1. # adek
    lho dek yang ada tu jujut bubur kacang ijo

    ha ha ha lumayan dek klo ditraktir itu secara financial menguranggi cost sekian percent dari total anggaran belanja yang tak terduga,setelah dikuranggi jerih payah yang tidak di itung sebagai biaya tambahan dan biaya yang tidak perlu di keluarkan sehingga efectifitas dari total pendapatan bersih di kuragi minimnya cost maka akan didapati sebuah pendapatan yang competible halal mudeng ga dek:mrgreen:

  2. … kenapa kamu masih menggendongnya?

    Mudah-mudahan Bli bisa mendapat maqam kerinduan pada Allah setelah dapat knowledge…dan meningkat jadi thuma’ninah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s