yang telah lalu

Seperti biasa pa genthong selalu terlihat murung disela-sela istritahatnya,dan keadaan itu kontras dengan gaya dan sifat homor dan kebapaannya.setahun tahun lalu Istrinya meninggal dan meninggalkan seorang anak lelaki.meskipun banyak jamu ( jandamuda ) dan gadis-gadis sering kesengsem dengan sifat kebapaanya namun Pa genthong blom juga menjatuhkan pilihan penganti istrinya.
“udah gus(pangilan parto) kalau capek,biar aja nanti saya yang ngerjain”suara pa genthong tanpa ekpresi apalagi rela melihat apa sebenernya  yang sedang dikerjakannya.
“sedikit lagi pa dhe,sebentar lagi juga sudah selesai”parto ingin cepat-cepat menyelesaikan membenahi kursi-kursi dan menaruh piring dan gelas bekas pengunjung siang tadi.setelah merasa beres dan bersih,lekas parto duduk disamping pa genthong yang tidak mepedulikannya.
“siang tadi lumayan rame ya pa dhe,sampai-sampai harus nanak nasi dua kali.”parto menyalakan kata untuk mencairkan kebekuan lamunan pa genthong.merasa jurus pertama masih gagal parto mengeluarkan jurus kedua.
“pa dhe,saya itu masih kepikiran ngilangin kalungnya juminten pa dhe,mana saya sudah anggap sebagai bagian dari diri saya lho padhe”parto memasang muka
melas dan di sandarkan kepalanya di dinding dan mendesah panjang.rupanya jurus kedua ini mendapat lirikan dari pa genthong dan memancing pikirannya kembali dari masa lalunya.
“yo wes…lha kalau sudah hilang mau di cari dimana? mending kalau kamu tau jatuhnnya dimana,anggap saja itu pelajaran buat kamu gus” meskipun masih dalam posisi melamun namun pikiran pa genthong sudah kembali pada kenyataan
“tapi saya merasa kehilangan sesuatu yang amat sangat berharga dalam hidup saya pa dhe”pada kalimat ini parto mengeluarkan body language untuk mendramatisir keadaan.
“oalah..gus..bagus..” pa genthong mulai merubah posisi duduknya mengahadap parto dan memegang pundak kiri parto yang tertunduk.
“gus,yang sudah hilang dari diri kita sudah relakan saja,semakin kita ihklas menerima kenyataan semakin kita tidak terbebani dengan masalah yang menimpa kita,sekeras apa usahamu untuk memutar waktu tidak akan berhasil mewujudkan kata seandainya dan penyesalanmu agar tidak kehilangan.apa yang kita miliki sebenarnya bukan milik kita,semua hal yang kita miliki bisa saja hilang tanpa mampu kita tahan,meski itu nyawa kita sekalipun.semakin kita menerima kenyataan dan melihatnya sebagai sesuatu yang mesti terjadi dan yang bisa kita lakukan hanya melanjutkan hidup tanpa terbebani masa lalu.” tangan pa genthong mengusap-usap kepala keponakannya yg dari wajah tertunduknya pa genthong bisa melihat lebar senyum.
“iya ..pak dhe mulai sekarang parto akan lebih belajar menerima
kenyataan,bahwa kalung itu ga bisa kembali begitu juga kakak parto”
parto beranjak pergi mengambil gelas pa dhenya yang masih menyisakan air
separo dengan senyum lebar berharap semua akan bahagia seperti warung bahagia.

10 thoughts on “yang telah lalu”

  1. *mode on bicara dengan gaya bijaksana*
    segala sesuatu yang sudah hilang memang ga bisa diminta kembali, ga perlu penyesalan. Anggap saja bahwa kamu memang harus melewati fase itu. Kamu kehilangan sesuatu? kamu merasa sakit? ibarat sebuah pohon, Tuhan sedang memotong beberapa ranting yang tumbuhnya tak beraturan agar tumbuh ranting yang bagus dengan bunga yang indah pula. Sakit memang, tapi itulah rahasia Tuhan, Ia selalu merencanakan dan memberikan yang terbaik bagi umatnya.

    *mode bicara dengan gaya bijaksana off*
    hua…ha..ha..ha.. sabar ya mas parto, lagian kalung hilang 4 bulan yang lalu kok baru diangkat kepermukaan ?:mrgreen:
    kamu sih, keasikan ngeliatin dayu yang seksi, jadi ilang kan kalungnya:mrgreen:
    peace..ha…

  2. yang telah lalu dan yang ada di depan cuma sebuah jalan yang suka tidak suka mesti dilewati buat transformasi dan transmigrasi ke dimensi yang lain… Parto.. goal kita masih jauh jadi buat apa hidup dibawa terlalu susah dan terlalu senang….

    *sok nasehatin deh*

    peace! tetap semangap… eh semangat😀

  3. # adek
    ha ha ha pria mana yang ga akan tergoda dek,palagi lihat xxxx yg pake kaos merah rambut yang diliukkan angin,iri aku lihat angin dan pasir serta laut yang so cloce her halah

    *mangil pa suji, biar ngepel otakku:mrgreen: *

    # Yoga
    tul mbak,gol kita masih jauh.masa lalu sudah berlalu dan masa nanti paling tak pasti.
    karena sekaranglah kita hidup,saat ini.

    tetap semangat

  4. # sungai
    Samlam kenal juga

    # Yoga
    ga ditanyain tapi si parto ngaku bersalah udah ngilangin,pasang nada penyesalan waktu ngasih tau juminten

    # MA
    Ok mbak nanti saya salamin ke parto dan saya antar ke warung bahagia:mrgreen:

    # Ade
    Iya nanti salamnya saya sampein ke pa genthong

    # hoek
    kehilangan sesuatu

    # Zlamzani
    kabel sudah di konekkin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s