hakim krg pandai

terlihat warung lumayan rame meskipun sudah melebihi jadwal makan siang, atau mungkin orang-orang ga sempet makan siang karena mengikuti ujian CPNS.parto bisa menebak akan darimana mereka dan apa tujuannya dari cara perpakaian dan percakapan mereka.meskipun rame parto tidak terlalu dibuat sibuk meskipun mereka datang hampir bersamaan.

“wah ramai banget to,ada yang bisa saya bantu ga?”jupri datang pada saat yang

tepat karna parto sepertinya perlu seseorang untuk membuat rahangnya bergerak

komat kamit.
“ech…kebetulan sekali pri,saya lagi butuh bantuanmu untuk melepas kata-kata

yang dari tadi terkekang”parto menyodorkan kursi sambil melipat buku

‘eling’nya.
“wah dapet bookingan dari trevel mana pelanganmu,koq sepertinya rapi-rapi

semua”komentar jupri sambil mengambil tahu isi dan sebuah cabe lalu duduk

disamping parto.
“mana ada travel yang berkunjung ke kampung jawa emang pengen membuktikan

aroma khas kambing di tiap kali melintasi jembatan maruti”tepis parto sambil membuka kembali buku ‘eling’,menutupnya kembali sambil menegakkan punggungnya,setelah dirasa nyaman parto melanjutkan kembali mengurai rasa penasaran jupri.
“mereka itu abis tes CPNS,karena tesnya sampe siang jadi mereka ga sempet makan siang,makanya mereka datang bersamaan.”
“test CPNS”jupri mengambil kembali sebuah cabe.
“oo..test untuk masuk pegawai negeri itu to?”
“nah…tu tau”parto asyik membaca kembali buku’eling’,rangkaian katanya dan menyelami maknanya.
“to,saya sebenernya juga pengen masuk pegawai negeri,katanya bisa pake uang dan kita langsung bisa lolos,apa benar bisa seperti itu to,u no?”jupri menelan semua tahunya dan berbicara dengan nada pelan.
“e…e…ee… emangnya kamu mampu pri?klo misalnya kamu sudah bayar dan ditrima jadi pegawai negeri lalu apa tugas yang akan kamu kerjakan?ga semua segampang itu, orang yang bekerja itu harus bisa bertanggung jawab terhadap pekerjaannya dan bisa melaksanakan apa yang telah di tugaskan dengan tepat.” parto meletakkan bukunya dan mengambilkan air untuk jupri.”eh..pri, nich ada banyolan pri,dikisahkan tentang serorang hakim yang ga tau gimana proses lulusnya dan proses pengangkatan pegawai negrinya,tapi ndak tau
lho yo apa dia menerapkan praktek “amplop” atau tidak,jangan di protes,ini cuman gurauan.dalam suatu sidang ada orang yang menuntut seorang aparat karena menabrak istrinya yang hamil 5 bulan sehingga mengakibatkan istrinya keguguran dan patah tulang,orang itu menuntut agar aparat di hukum dengan adil,karena hakim itu taunya adil adalah yang rusak dan hilang harus diganti seperti sediakala,pokonya taunya ganti rugi or ganti barang lah.kemudian hakim itu bilang begini kepada aparat yang terdakwa.
“kamu telah bersalah karena telah merugikan istri si bapak,sebagai kuhumannya anda harus merawat istri si bapak sampai cideranya sembuh dan juga bisa menghamili istrinya 5 bulan baru diserahkan kembali kepada si bapak,mengerti..??

jupri berlari kebelakang dan memuncratkan kembali air yang belum sempat masuk
kekeronggkongannya dan tertawa mendengar akhir crita parto,saking kerasnya
jupri terbahak sampai menghentikan sejenak para tamu yang berdiskusi seandainya di trima sebagai pegawai negri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s