penerimaan tanpa syarat

Malam ini parto gelisah dan masih memikirkan kejadian tadi siang ketika seorang asing tanpa sebab tiba-tiba marah dan pergi tanpa menunggu pesanaannya.dan tempat biasa parto bercengkrama dengan hati adalah dibangku teras dengan bayangan hitam pohon cempaka,dia mencoba mengingat-ingat isi buku ‘eling’ dan menemukan barisan kata dari Rumi

menjadi manusia ini adalah sebuah wisma tamu
setiap pagi ada pendatang baru.

kegembiraan,depresi,kekikiran
semacam kesadaran sesaat muncul
sebagai tamu yang tak diharapkan.
sambut dan hiburlah mereka semua!
bahkan jika mereka itu sekumplan kesedihan
yang dengan kasar menyapu rumahmu
hingga menghabiskan semua perabot

tetaplah perlakukan setiap tamu dengan penuh hormat
dia mungkin dapat membebaskanmu
dengan semacam keriangan yang baru

pikiran gelap, aib, kedengkian
temui mereka di pintu dengan tawa
dan undang mereka masuk

bersyukurlah menerima siapapun yang datang
sebab masing-masing diutus
sebagai pembimbing dari dunia lain

Rumi: Say I’m U

desiran angin menguapkan aroma cempaka seperti aroma terapi mengalir bersama pikiran kalutnya larut dalam wejangan pujangga.

7 thoughts on “penerimaan tanpa syarat”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s