Romansa parto + juminten

matahari sudah padam terendam laut,bulan berkaca dilaut yang hitam ditinggal matahari.kini,riaknya mulai berwarna perak tersentuh tangan-tangan bulan.Malam ini bulan telanjang bulat menerangi bumi.parto sudah bersiap-siap diatas kuda bensinnya menggiringnya menuju rumah juminten.
“eh…mas parto,maaf nunggu lama,minten masih nyari-nyari kebaya kembang kok ndak ada yang pas buat malam ini.”sapa juminten yang tersipu membelai rambut terkuncir yang jatuh di bahu kanannya.
“wah..kamu beda pake baju itu,ga kembang-kembang lagi,mirip bintang telenovela lho
ten”parto mengelitiki penampilan juminten dari atas sampai bawah dari tempat duduknya di ruang depan rumah juminten.
“ah..mas parto bisa banget muji,jadi pengen ngaca terus”wajah juminten bersemu merah san duduk di dekat parto
“yo ojo ngaca terus,nanti saya malah dicuekin,gimana kalau malam ini kita lihat bulan di
pantai sanur,ten?”tangan parto meraih tangan juminten dan mengamati mata juminten yang bergerak-gerak mikir.”ya..udah ga pa pa,kita nonton bulan aja lagian malam ini bulan purnama”juminten mengangguk.

Parto minta ijin dan berpamitan kepada bapak juminten dan mereka pergi ke sanur untuk melihat bulan.perlu waktu 20 menit paling lambat kearah sanur.

“kita duduk disini aja ten,disini kita tidak akan terganggu oleh lalu lalang orang dan bisa melihat laut yang berpacaran dengan bulan,seperti kita he he he,parto duduk dan mencubit legan juminten.
“iih..mas ini,lagian kita ini kok malah nonton bulan sih mas,yang ada di sinetron itu kalau pacaran itu nonton bioskop.”juminten masih agak binggung kenapa kok diajak ke pantai hanya untuk lihat bulan.
“ten,jarang-jarang kita berduaan,coba kamu lihat bulan dan bayangannya yang berdansa
bersama ombak kecil itu,bukankah ini lebih indah dari pilem bioskop dan lebih romantis
kan?tangan parto menrangkul pundak jumiten dan mendorong kebahunya agar disandarkan kepalanya kebahu parto.juminten mengikuti apa yang diucapkan parto dan diam-diam memperhatikan bulan,laut,lampu nelayan dan merasakan desiran angin.”ten,malam ini saya punya kata-kata yang saya simpan untukmu”juminten terdiam dan parto mulai membisikkan bunga kata-kata.

kobar api berarak
melintasi padang kering
kemudian menyulut
dan hangus

kesedihan terjamah luka
sayap rapuh patah
tanpa tulang tanpa indah

semangat bangkit menebal
tergulung senyum pengalaman
luka kian kering
menyisakan bekas

kau hadir bersama badai
gemuruhmu pekakkan ragu

hujan…
deras hujan tawa bersamamu
awalnya masih perih membasuh
kini padang rumput tlah tumbuh

disana
kusemai kembali
cintaku,harapku bahagiaku
bersamamu

“apakah kamu mengerti apa maksudku ten,?tanya parto yang masih separo di alam hayalnya
“ten…juminten….”parto menoleh dan mengamati wajah juminten diremang bulan.
“oo..alah… kok malah tidur”

16 thoughts on “Romansa parto + juminten”

  1. Juminten kan mau nonton sinetron. Disuruh nonton bulan telanjang. Ya .. mending tidur dong. Apalagi dibuai dengan puisi baliazura parto yang mendayu2 dipinggir pantai sanur. Jadi membuat mata kian sayu dan akhirnya melindur.

    Peace

  2. # erander
    pake premium aja,yang buat umum blom naik kok
    susah jalan ama juminten,di kasih surat ga bisa baca di omongin langsung malah tidur, ada tips?

    # bachtiar
    matur suksma

    # anton:mrgreen:

    # brainstorm
    iya nich,ini pasti gara-gara sinetron cemen itu..๐Ÿ˜ฆ

    # hadi arr
    salam buat ponakannya,tapi ponakan gede ama ponakan kecil nich๐Ÿ˜†

    # danna
    half is fact:mrgreen:

  3. juminten oh juminten..mengapa tega kau tertidur saat mas parto bersusah payah memikirkan puisi untukmu?
    dasar juminten
    mas parto? kaciiiiiaaan……deeeh….luuuu…….

    *kabur sebelum dilempar*

  4. lo, itu puisi ngga gagal justru sangat sukses… bukankah puncak kedamaian adalah ketika kita jatuh tertidur?
    ๐Ÿ˜€

    hidup juminten, eh, bangun juminten!

  5. # bang Toga
    tul bang,yang saya pengen sampaikan ketika juminten melihat bulan, laut,riak ombak dan merasakan angin, puisi alam

    # Yoga
    tapi adek udah punya bli’ ,tapi klo adek yang di cerita ya..bisa aja tapi nanti malah jadi cinta segitiga:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s