konsep cantik

Meskipun waktu masih menunjukkan jam 4 pagi namun suasana pasar badung sudah ramai oleh para pedagang.pasar badung adalah pasar yang 24 jam khusus untuk keperluan bumbu dapur,sayur dan buah.Diantara hiruk pikuknya suara bersautan, segarnya hijau sayur serta aroma khas pasar, terlihat parto dan jupri diantara keramain lalu-lalang.

“lihat pri sayur sawi hijau ini bener-bener seger dan masih fresh”parto memilah-milah
sawi di kios sayur yang tanpa atap dan bermejakan bambu yang berukuran kira-kira 1 x 0.5 meter dan setinggi paha orang dewasa.
“bu,sawi 5 ikat tambah kangkung 2 ikat,daun singkongnya 2 ikat”parto meletakkan beberapa ikat sayur yang sudah dipilihnya
setelah mondar-mandir mencari bahan menu hari ini parto sempatkan mampir ke tukang
jajanan pasar untuk teman pulang,toh masih pagi jadi kalau makan sambil jalan juga tidak
banyak orang yang memperhatikan.
“ini pri,kue klepon,enak lho masih anget”parto menawarkan sebungkus klepon buat jupri.
“pri,kenapa kok dari tadi diam saja?,apa ada yang salah?tanya parto sambil masih menahan sodoran sebungkus klepon kepada jupri dan sambil jalan pelan.
“aduh to.. pikiranku masih diranjang nih,semalem nonton konser band radja feat trio
macan sampai memaksa jam tidurku mundur 4 jam.U no (linggis)”tangan jupri bergerak menutup mulutnya yang menguap dari matanya bisa dibuktikan kalau jupri kurang tidur.
“ya… mumpung masih muda pri,kamu perlu hiburan,dulu waktu muda saya juga senang lihat pertunjukan musik”parto melepaskan bungkus klepon yang sudah diraih jupri.
“emangnya kamu sekarang sudah kakek-kakek,kakek ane (umpatan mirip dengan kata cuk bahasa jawa timuran,tergantung situasi penggunaannya),malam minggu kemaren kamu pergi sama juminten khan,memang sih juminten itu cantik dan bohay meskipun…..”jupri menghentikan kalimatnya sambil memasukkan sebutir klepon kedalam mulutnya hingga yang terdengar hanya suara kunyahan klepon dari mulut si jupri.
“meskipun apa..?meskipun juminten itu janda?”parto membuang bungkus klepon ke tempat sampah dan menyisakan sebutir dan kemudian melanjutkan kalimatnya.
“juminten itu memang janda namun selain cantik dia itu juga polos dan ndak suka neko-neko.tapi bukan masalah cantiknya meskipun pada awalnya cinta dari mata turun
kehati,namun itu semua tidak berguna bila ternyata hatinya tidak secantik penampilannya.dan satu lagi pri, saya tidak meletakkan konsep janda yang negatif pada
juminten.konsep itu sendiri adalah pikiran yang ditimbulkan oleh lingkungan luar dan
seberapa banyak pengalaman, yang menutupi kenyataan objek atau pikiran yang mempengaruhi penilaian kita tentang sesuatu.kalau saya suka juminten ya karna suka dan melihat juminten sebagai juminten tidak ada karena bodynya yang sexy dan rambutnya yang ikal mayang,tapi semua itu adalah bagian dari juminten dan tidak terpisahkan.kebayang khan kalau kamu suka seseorang karena di memiliki rambut yang indah trus rambutnya itu dipisahkan dari kepalanya apa kamu masih cinta?beda halnya jika kamu mencintai keseluruhan,meskipun rambutnya beruban dan menjadi rontok tetap rasa cinta itu akan ada.”parto membuka tas plastiknya dan mengeluarkan jajan uli lalu membaginya dengan jupri.
“wah saya belum ngerti apa yang kamu bilang to,tapi setelah makan jajan uli ini kamu jelasin lagi ya.”jupri mengambil kue itu tanpa harus ditawarin parto.

sesekali mereka berjalan menghindari keranjang sampah dan turun dari trotoar,meningkap pagi menyambut hari.

10 thoughts on “konsep cantik”

  1. # alief
    parto skarang suka kepasar dan ngeblog:mrgreen:

    # jensen99
    saya juga percaya dengan konsep anda,
    BTW udah lama ga baca comment anda,saya masih penasaran
    blog anda dimana?

    *udha coba-coba kok ga berhasil ya… nyarinya*

    # Hanna
    bener mbak,setujuu…

    # marsitol
    apalagi yang mencintai itu orang cakep seperti saya he he he

    *kabur sebelum ditusuk pedangnya jensen99 *

  2. # adek
    uee….jangan larrrrrrriiiiii…..

    ue….mo ngucapin suksma kue pukisnya meskipun adek ga nyampein salam buat yang jomblo di tuntung

    *lari-lari ngejar adek sambil bawa plastik*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s