obrolan pagi

Semangat pagi,mungkin itu yang dirasakan parto setelah selesai belanja di pasar badung.sosoknya menyeruak memembus dingin pagi.

“pagi ten,wah rajin sekali yayangku pagi-pagi sudah bersih-bersih”parto sengaja memutar jalan agar bisa melewati rumah juminten.
“ehc..mas parto,pagi mas.lho kok tumben jupri ga ikut?”juminten menoleh dan seperti
biasa dia selalu tampak malu-malu dan mengelus ujung rambut yang jatuh di
bahunya,sementara tangan yang lain masih konsentrasi memegang sapu lidi.
“karena jupri ga ikut makanya saya sengaja lewat sini,saya sudah kangen kalau ndak
ketemu kamu sehari saja,ten”parto mendekat kearah pagar dan seperti magnet juminten juga mendekat ke arah parto.
“halal mas ini lho biasa aja…”juminten menyadarkan sapunya dipagar dan makin intens
memainkan ujung rambutnya sambil tetap tersipu-sipu.
“kamu tau ndak,kamu itu api yang menyulut kobar matahari,awan yang menebar hujan,cahaya yang membuat saya melihat.”
“aduhh..ini masih pagi mas,kok sudah ngegombal nanti saya bisa tidur lagi kalau denger
kata-kata seperti itu”cubitan kecil mendarat mesra di perut parto
“kadang saya masih heran lho mas,kenapa mas ini kok suka sama saya,saya ini kan
janda,umur saya juga tiga tahun lebih tua dari mas parto.apa mas bener-bener mencintai
saya?kalau mas pengen nyari yang lain tolong bilang mas,jangan nanti tiba-tiba mas
meninggal kan saya.karena saya juga akan bilang jika saya sudah tidak suka lagi dengan
mas.”
“ten,kenapa selalu hal itu yang harus kita bahas dan selalu kamu tanyakan
berulang-ulang.suduh hampir 2 tahun kita pacaran,saya sudah tidak tahu lagi apa yang
harus saya lalukan  untuk menyakinkan kamu.lalu apa masalahnya kalau saya lebih muda
dari kamu.kalau saya tidak serius dengan hubungan ini saya sudah katakan dari awal kita
bertemu.sekarang saya malah ragu dengan cinta kamu ten,apa kamu benar-benar serius
dengan semua ini,apa maksudmu dengan kata’jika saya sudah tidak suka dengan saya kamu juga akan bilang’?kata-kata parto tercampur heran,sedih dan ragu mengalir dengan nada sedikit kesal.
“bukan begitu maksudku mas,saya cuman ingin tau kalau mas bener-bener cita saya.ya sudah saya janji tidak akan mengulang lagi kata-kata itu”juminten merasa apa yang telah
diucapkan menusuk parto.
“entahlah ten,saya kadang bosan dengan menjawab pertanyaan mu seperti itu-itu dan itu
saja,apa tidak cukup sekali saya menjawabnya?
“maaf …maaf mas,saya sudah bertindak bodoh pagi ini.”kedua tangan juminten memegang tangan kanan parto yang masih menjijing belanjaan.
“iya,saya ke warung dulu.saya mau mencerna hubungan kita dan menenangkan pikiran saya”
parto pamit pergi dan meninggalkan juminten yang mematung dipahat penyesalannya.

matahari mulai mengeliat,masih terpicing berselimut waktu,sepertinya tidak mau ikut campur romansa parto dan juminten.

One thought on “obrolan pagi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s