kampanye:anti pemilih matre

Senja menjelang selepas gerimis,linangan syukur mengenangi helai daun.sore yang sejuk
dengan udara segar,mungkin karena motor malas berlalu lalang.
“kopi hitam satu to!”suara pa ketut memecah kebekuan dingin.
“ech..bli’ tut,biasa kopi selem gulane bedik?(bahasa bali)”jawab parto sambil memberi senyuman selamat datang.
“tu beh bise basa bali to.”pa ketut langsung duduk dan menopangkan sebelah kakinya pada sebelah lututnya.
parto bergegas menyiapkan kopi pesenan pa ketut,suara denting sendok dalam gelas membuat aroma kopi khas bali menusuk selera menghangatkan sore.
“lho bli ketut disini,saya cari-cari dari tadi,nok”Oka berdiri didepan pintu matanya
langsung terhenti pada pa ketut
“baru duduk nih.”pa ketut melihat kedatangan Oka dan menoleh lagi ke arah parto yang menyodorkan segelas kopi hitam.
“emangnya ada,apa ada acara banjar?”pa ketut mulai memilih tahu isi yang masih
mengepulkan asap exotis
“ech ngomong-ngomong siapa yang akan terpilih jadi Gubernur bali pada PILGUB tahun depan bli’?”Oka mendekat sambil melayangkan pertannyaan pelan
“ya..ga tau,itu tergantung dari calonya apa Beliau itu mewakili aspirasi rakyat apa tidak.”
“kalau saya pasti pilih yang ngasih duit paling banyak”tiba-tiba suara Pa made menyelonong diatara obrolan pa ketut dan Oka.
“alah kamu ini de,mana ada sekarang yang ngasih-ngasih duit seperti itu.”Oka menimpali
pendapat pa Made sambil mengambil satu pisang goreng.”to kopi satu lagi”pinta OKa
“lho kok cuman satu emannya saya kesini ga mau ngopi,saya satu,buatin juga to.”pa made
memesan segelas kopi dan duduk disebelah Oka,lengkap sudah trio kwek-kwek ini guman parto dalam hati,diskusi apa lagi yang akan membuatnya tersenyum.
“sekarang ini sedang giat-giatnya diadakan kampanye anti pemilih matre,lha kamu kok
malah seneng trima duit, baru milih.!”pa ketut menoleh ke arah pa Made yang masih sibuk meniup pisang gorengnya yang masih hangat,
“ga tau tuh…,eh de,sekarang milih calon pemimpin itu yang sesuai dengan hati nurani
kita,apa kamu mau dikasih duit tapi nanti kamu dibohongi,duit yang seharusnya untuk
kepentingan rakyat diembat masuk kantong pribadi”oka melontarkan pendapatnya
“lho kok bisa diembat,emangnya duit dadongnya”jawab made sambil masih meniup pisang gorengnya
“lha itu yang buat modal bagi-bagi duit tadi”
“ya kalau dikasih duit ditrima aja tapi tetap pilih yang mewakili pendapat saya”pa made
dengan enteng berpendapat sambil menggigit pisang goreng yang sudah kembung ditiup dari tadi.
“huuuu..dasar pemilih matre..”Oka menyikut tangan pa made sementara pa ketut tidak
berkomentar menikmati kopi pahitnya yang mulai dingin.
Sore semakin mengejar pelukan senja,tanpa matahari yang mengintip jingga tanpa warna.

Baliazura
Banjar  : Semacam aula RW

Dadong: Nenek

2 thoughts on “kampanye:anti pemilih matre”

  1. sepertinya ga cuma dipilgub doang yang banyak pemilih matrenya mas, lagian calonnya juga udah kebanyakan duit kali ampe rela bagi-bagi duit ke orang-orang, padahal kan belum tentu terpilih…duuh…cape deh…

  2. # adek
    jagnan kan pilgub dek orang pilkades aja ada serangan fajar lho
    tapi lumayan meskipun golput tetep dapet amplop :mrgeen:

    jangan bilang ya kalau penulis juga matre he he he😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s