LELAKI BAAANGSAAAAAAAATTTTTT!!!!!!!!………

siang yang ternaungi awan sisa hujan pagi tadi,teduh memayungi Kota denpasar.Lalu lintas tetap ramai meski sisa genangan hujan masih membentuk danau-dananu kecil di tiap cekungan.

“huh..untung siang ini mendung ya to,kalau terik seperti beberapa hari yang lalu bisa tambah gosong nich kulit.U no (linggis)”keluh jupri di pemberhentian lampu merah. sambil sesekali membetulkan jinjingan nasi kotak di kedua tangannya.
“harusnya…bersyukur lah pri,sekarang cuaca sudah tidak gerah dan panas lagi,coba kalau terik bisa tambah terpanggan kulitmu yang blek suit,apa lagi kamu bisa itung sendiri dari kampung jawa ke dalung itu ada berapa lampu merah di sepanjang jalan Gatsu pri”parto membetulkan letak helm nya sebelum menarik tuas motornya.
“ya…merah lagi to,belum juga nyampe gigi empat udah nyampe di lampu merah lagi.ech lihat to,stiker tulisan ‘BANGSAT’di helm motor depan mu itu to”jupri mendekatkan wajahnya agar parto bisa mendengar ucapnya.
“biarin aja pri,memang selera orang beda-beda.ada yang suka kata-kata indah,yang kurang enak di baca dan di dengar juga ada.itulah keberagaman sifat pri”
“tapi apa juga maksudnya,yang make bangsat atau yang baca nich?”
“udah lah,yang jelas kata -kata itu ga ada arti,cuman kita aja yang mengartikannya sesuai pemikiran kita masing-masing.”

Deru motor dan mobil tiada henti membelah kota denpasar dan setelah beberapa kali harus dihentikan oleh lampu merah sampailah parto di tempat bu tude untuk membawakan nasi kotak pesenannya

“duduk dulu to,istirahat dulu nanti bawa sekalian rantang yang pa genthong pesen kemaren ya?”kata bu tude nyilahkan parto untuk beristirahat sejenak
“ya bu tut,saya ngaso di teras aja”sahut parto sambil langsung menyelonjorkan kakinya di teras di ikuti jupri.
“aku masih heran dengan tulisan ‘bangsat’ tadi lho to,ap amaksudnya.”
“yah ilah ni orang,masih aja mikirin hal begituan,nich berhubungan dengan kata ‘bangsat’saya punya cerita pri,begini

Seorang gadis berusia 20-an menemui dr. Tomi, seorang dokter pakar jiwa.

“Dokter, saya merasa amat marah pada pacar saya sehingga saya memanggilnya lelaki bangsat. Ada kalanya saya rasa dia keterlaluan, dan ada kalanya pula saya rasa memang patut saya memanggil dia seperti itu…” “Hmm… panggilan itu memang hinaan yang agak melampaui batas untuk seseorang… tapi, mungkin kamu punya sebab tersendiri sehingga memangilnya demikian. Ceritakanlah kepada saya agar saya dapat membantu…”

“Ya memang ada… pada satu malam kami berduaan dalam mobil di tepi pantai. Dia pegang tangan saya.”
“Dia pegang tangan kamu seperti ini?” dr Tomi memberi contoh.
“Ya. seperti yang dokter lakukan”
“Kalau hanya ini, tidak sepatutnya dia dipanggil bangsat dong. Itu tandanya dia tidak mau berpisah dengan kamu….”

“Kemudian dia merapatkan badannya kepada saya dan memeluk bahu saya….”
“Dia lakukan seperti inikah?”
“Ya. seperti inilah dia peluk saya dokter…”
“Itu bukan bangsat, itu tandanya dia mau sentiasa berdampingan dengan kamu” kata dr Tomi.

“Kemudian dia cium saya….”

“Dia cium kamu seperti ini ?”
“Ya. Ciumannya sama seperti yang dokter lakukan.”
“Kalau sekadar ciuman seperti ini, masih belum boleh dipanggil bangsat dong, itu tandanya dia sayang kamu, toh?”
“Kemudian dia memasukkan tangannya kedalam baju saya & meraba2 buah dada saya dokter…”
“Dia lakukan seperti ini kah?”
“Ya, seperti yang dokter lakukan inilah cara dia memperlakukannya…”
“Itu bukan bangsat, itu tandanya dia mau membelai diri kamu…”

“Kemudian dia menanggalkan semua pakaian saya satu persatu…”
“Adakah kamu membantah tindakannya?”
“Tidak, saya merelakannya sebab saya sayang dia…”
“Dia tanggalkan pakaian kamu seperti ini ?”
“Ya, sampai saya telanjang bulat seperti ini dokter….”

“Itu masih belum layak dipanggil bangsat, karena dia sebetulnya ingin mengenali diri kamu seutuhnya”
“Kemudian dia mencumbui saya lalu melakukan hubungan seksual dengan saya dok….”
“Dia lakukan seperti yang kita lakukan tadi kah?”
“Ya. Memang itulah yang dia lakukan ketika itu”
“hmm, itu juga masih belum boleh dipanggil bangsat. Itu tandanya dia memerlukan kamu dong!”

“Tapi kemudian dia memberitahu saya bahwa dia sebenarnya mengidap AIDS”

“HAH?? BRENGSEK!! DIA…MEMANG … BANGSAT!!… BANGSAAATTT!!!!… LELAKI BAAANGSAAAAAAAATTTTTT!!!!!!!!………”

“ya..kalau yang itu mah emang ‘bangsat’beneran to”jupri beringsut menyadandarkan punggungnya ke tembok.

12 thoughts on “LELAKI BAAANGSAAAAAAAATTTTTT!!!!!!!!………”

  1. # adek😆

    # caplang
    pake lontong apa pake ketupat bang?

    # Bli’ deKing
    apalagi klo pake sarung kotak-kotak or sarung samarinda:mrgreen:

    # abee
    awas nabrak ….

    # Bli’ Made:mrgreen:

    # hoek
    abis kompornya blom dapet jatah dari desa nich

    # Sayap Ade
    ga ngeri kok…..
    sumpah de:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s