Selamat Siang

Waktu terus saja berlalu tanpa memberikan toleransi apalagi ia merasa lelah untuk menderek matahari melintas menyebrangri langit, membuang lembar demi lembar kesempatan tapi masih menyisakan harapan. Warung sudah telihat ramai dengan obrolan dan lukisan-lukisan abstrak asap rokok melengkapi waktu makan siang.

“ Ada yang bisa saya bantu to” kata-kata Jupri menyergap telingga Parto yang langsung menoleh ke sumber suara

“ wah… beli kentang seperempat, kau datang disaat yang tepat “ jawab parto menirukan gaya berpantun salah satu tokoh tayangan sitkom.

“ halah…kamu ini to” tanpa menunggu di iya kan, jupri langsung mengambil alih piring-piring kotor dari tangan parto dan membawanya ke belakang yang di susul parto dengan membawa beberapa gelas.

“ Di jaman yang serba mahal ini warung pak genthong belum menaikan harga to?” tanya jupri

“ Belum pri, cuman sebagai gantinya porsinya yang dikurangi, makanya sekarang gelasnya sudah pake gelas yang tidak terlalu besar seperti ini ” parto mengangkat gelas yang sudah di lumuri busa sabun.

“ ya begitulah pri nasib ‘wong cilik’ pri” desah parto “yang menjadi objek kebijakan apalagi tiap 5 tahun sekali pasti banyak kegiatan dan kebijakan yang dijanjikan katanya untuk orang-orang seperti kita. Makanya pri kalau di suruh memprediksi siapa yang akan menjadi presiden mendingan saya mengantisipasi kebijakan yang akan diambil pemimpin baru nanti. Saya ga’ heran kalau akan ada partai besar yang tidak memerlukan kantor cabang, pengurus dan ditakuti partai-partai besar yang sudah ada, karena sekarang sudah banyak orang yang memilih partai tersebut pri” parto mengungkapkan pendapatnya

“ wah partai apa itu to, seperti apa program yang ditawarkan sehingga bisa menarik masa begitu besar?” tanya jupri berhenti mengeringkan piring-piring dengan lap dan beranjak mendekati parto

“ partai golongan putih alias GOLPUT pri”

“ kalau itu saya juga sudah tau, u no ( linggis ), palagi dengan maraknya pembongkaran kasus korupsi dan penyadapan telepon wakil-wakil rakat yang dulu di pilih dan sudah jelas-jelas menunjukkan kepada siapa ia berpihak, pada rakyat yang sudah memilihnya, partai nya ataukah kepada dirinya sendiri.?”

“ Makanya itu pri saya lebih memilih mengantisipasi kebijakan yang akan di jalankan dari pada sibuk memprediksi siapa yang kana menjadi orang dan partai berkuasa di negeri ini, syukur-syukur kalau berpihak kepada kita kalaupun tidak jadi tidak sakit hati karena di bohongi.”

10 thoughts on “Selamat Siang”

  1. hee, itu bukan header ya? pantes bisa ganti2. Kalo gitu saya bisa rikues foto pantai kuta dong…😛

    Soal golput itu, gmn ya… Habis spertinya capres2nya masih yg itu2 juga sih…😐

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s