Selamat Malam

Malam merangkak mendaki mimpi di jelaga langit yang mulai mengitam, udara malam cukup membekukan hasrat. Jupri memandang heran kearah parto yang berdiri melangkah menuju pelataran rumahnya, dengan memasukkan kedua tangannya di saku jaket parto berhenti menatap langit, mata Parto sibuk memunguti kerlipan warna kuning kecil yang seolah membalas tatapannya dengan mengerling.

“ Heh..ngapain to?” tanya jupri yang duduk bersandar di kursi teras parto. Parto tak menyahut, sadarnya sudah takjub didalam langit yang Maha Indah malam ini.

Setelah pegal lehernya mendongak, parto berjalan kembali duduk di sebelah jupri.

Parto terdiam sesaat sebelum kembali melanjutkan bahasan mengenai beberapa kejadian yang menjadi hot news dari media,

“ Belakangan ini aku masih memikirkan tentang kejadian kasus pembunuhan berantai dan penyelesaian keputusan eksekusi mati Amrozi cs” ungkap parto pelan sambil menyandarkan kepalanya di punggung kursi.

“disatu pihak ada orang yang begitu tega nya melakukan beberapa pembunuhan dan bisa hidup tenang beberapa bulan malah sempat melakukan pembunuhan lagi sebelum kasus nya terungkap dan satu lagi ada yang berusaha memilih cara kematiannya, eksekusi mati, ya…kedua kasus yang menyinngung kematian, kadang aku mencoba memposisikan diri sebagai sang tereksekusi, bagaimana dan apa yang akan dilakukan, mungkin tiap detik adalah air mata permohonan ampunan karena kapan saat terakhir perjalanan sudah bisa dihitung dengan jari,disaat itu mungkin tidur adalah kegiatan yang semakin mendekatkan pada kematian. kini aku temukan jawaban mengapa mati itu adalah rahasia pri.

Jupri hanya terdiam dan merapatkan jaketnya ketika udara malam dirasakan berdesir mengusap kulitnya.

19 thoughts on “Selamat Malam”

  1. # Rindu
    ya..silakan masuk,
    anggap rumah sendiri..

    # Edy
    terimakasih….
    udah lama juga berkunjung ke ‘caplang dot net’

    #mercuryfalling
    he he he…
    ya iseng aja buat judul posting sapa-an🙂

    # pak dhe Anton
    ya…manusia memang ironis dan egois ..
    dan kecenderungan mengambil keputusan dengan rasa suka dan tidak suka
    menurut keinginannya

    # aRul
    iya….
    nemu theme langka..jadi sayang klo ga dipake

    # Gelandangan
    trimakasih…
    tapi bukan puisi lho…

  2. apa dengan cara hukuman demikian akan menimbulkan efek jera bagi yang lainnya?
    kalo nga..wah makin banyak aja yang harus mati dengan cara itu dong.

  3. sayang sekali memang kalau ada manusia “makan” manusia, tapi mudah2an pemberitaan2 di media masa justru tidak menjadikannya menjadi sebuah hal yang bisa diduplikasi oleh para newcomer serial killer berikutnya

  4. # ina
    yep,..
    tapi sayangnya hukuman tidak bisa menjadi kekang bagi orang yang sudah kehilangan kendali dan terdorong rasa egoisnya sendiri.

    # elys welt
    saya juga ngeri membayangkan nya,

    # bli’ aRya
    punapi gatra bli’?
    iya bli’ selama ini sibuk didunia nyata🙂

    # okanegara
    semoga saja bli’
    tidak ada the next series killer di negri ini

  5. jadi inget pilem green mile. Tereksekusi mati kulit hitam yg ternyata ndak bersalah dan malah menyelamatkan banyak nyawa bagaikan seorg malaikat🙂

    lam kenal bro. Keren nih tampilannya. Artistik banget.

  6. # 4deuny
    jadi eries horor ya crita si ryan ini?

    # tigis,
    iya, bagus juga tuch pilem..
    kira-kira amrozi atau ryan ini bakal di pilemkan ga ya?

    # ick
    bisa ya..?
    klo telur makan ayam pasti ga bisa he he he…

    # indra1082
    seilakan bli’ indra
    dinikmati alakadarnya..

    # wi3nd
    he he he…
    koq bisa gitu ya..?
    ya dah besok tak buat judul yang pas..

    # bli’ Artana
    yup, tul bli’
    kok gampang sekali ya mereka matiin orang,

    *geleng geleng*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s