juminten pergi #4

” biarlah kusimpan, sampai nanti aku
kan ada disana,temani dirimu dalam kedamaian
ingatlah cintaku, kau tak terlihat lagi
namun cintamu abadi…… ”

Sepenggal lirik lagu kerispatih ini terbang besama angan parto yang sedari pagi duduk dan melamun, pagi yang dingin bertambah dingin sebeku hati parto dan sekaku tubuhnya yang mematung.

pak genthong hanya menghela nafas panjang dan sesekali mengelengkan kepalanya melihat keponakannya yang dulu ibarat riuh burung parau yang selalu bersuara kini seperti kehilangan ‘soul’ hanya terkulai lemas dilindas kenyataan yang mungkin tidak pernah ia bayangkan secepat ini terjadi.

One thought on “juminten pergi #4”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s