Arsip Tag: assesoris dari kondom

Ex condom from China

Terik mentari sudah punah di dekap gelap,masih menyisakan gerah.Ya,seharusnya bulan ini sudah musim hujan namun sepertinya belum ada tanda-tanda bulir-bulir air menyejukkan denpasar.ditengah gerah dan ramainya pengunjung pasar malam parto mengandeng tangan juminten erat seakan dia tidak mau kehilangan cinta untuk yang kedua kali.
“Mas,pegangan tangannya terlalu kencang”juminten mengeluhkan eratnya jemari parto
melingkar di pergelangan tangannya.
“lho nanti kalau kamu hilang gimana ten,apa yang harus saya katakan sama orang tuamu
nanti”jawab parto yang melepaskan jemarinya tapi sekarang mengaitkan tangan juminten di lengannya
“lho kok malah begini,malu mas dilihatin orang-orang”
“biarin ten,soalnya aku ndak mau kehilangan cinta untuk yang kedua kalinya di dalam
hidup saya.kamulah tempat pelabuhan terakhir sampanku yang penuh dengan ketulusan”parto makin mengapit tangan juminten erat
“halah……mulai ngombal lagi,eh..lihat mas sepertinya tali rambut itu bagus-bagus
lho”juminten menunjuk pengikat rambut yang tergantung berwarna warni dan berbagai model di salah satu kios asesoris wanita.
“ya udah kita kesana,kalau cuman pengikat rambut biar mas parto yang beliin”parto mengikuti langkah juminten
“malam mbak,silakan dipilih jepitannya.semuanya impor langsung lho dari china”kata
sambutan penjual membanggakan barang dagangannya.
“wah..pantesan bagus,berapaan mbak?”juminten melepaskan tangannya dari apitan parto dan mulai melepaskan rasa kewanitaannya pada benda fleksibel yang berwarna warni.
“hati-hati milihnya ten,belum tentu yang impor itu bagus”bisik parto pada juminten saat
penjual asesoris pergi menyapa pengunjung yang lain.
“lho emannya kenapa to mas?’tanya juminten tanpa mengabaikan kata-kata parto
“soalnya mas pernah baca kalau ada produk pengikat dari china itu ternyata terbuat dari
potongan kondom bekas,apa lagi beberapa hari yang lalu terbongkarnya kasus impor kondom bekas dari china”kata parto dengan masih dengan nada berbisik.
“hah…yang bener mas…?kok begitu…?kok bisa..?”juminten mebrondong parto dengan nada serius dan menghentikan acara pilih memilihnya dengan sorot mata terkejut dengan apa yang disampaikan parto
“bisa aja ten,yang penting hati-hati aja dan lebih selektif memilihnya”
“ya..udah mendingan saya beli aja yang buatan dalam negeri,abis yang imporngeri…”juminten mengandeng tangan parto untuk segera pergi.

siraman debu yang diterbangkan kaki-kaki berbaur dengan nafas transaksi melekat pada
peluh dan tingginya harapan mengeruk laba diterang bintang tanpa hujan.