Arsip Tag: celukan bawang

Bali blackout? no way !

Remang lilin berusaha memberi terang ditiap sudut warung mengantikan lampu yang padam teraliri listrik. Masih terlalu dini untuk menutup warung. Parto memandangi liukan-liukan api dan meletakkan dagunya dimeja yang beralaskan telapak tanganya yang merapat.
“Udah jangan dipikirin to, kalau jodoh ga akan lari gunung dikejar” jupri ikut memperhatikan lilin yang siap meleleh memberi terang di pikiran parto
” Lho siapa yang mau dijodihin sama gunung pri, emangnya tiap orang diam lagi mikirin sesuatu?” mata parto masih memperhatikan warna kuning dari api.
” halah , itu kan cuman perumpamaan to. lagian sikap kamu itu yang membuat pikiran ku menebak begitu, kalau kamu sedang memikirkan sesuatu” tangan jupri mengambil bungkusan kacang bawang yang ada di atas meja
” Kenapa ya pri kok hidup jaman sekarang tergantung sekali dengan listrik, setelah listrik padam semuanya terasa berhenti, ya seperti malam ini”
” Tapi tenang aja to sebentar lagi di Bali ga bakalan sering mati lampu lagi” terdengar bunyi ‘kruk kruk’ disela kalimat jupri
” kenapa bisa begitu pri? ”
” iya to, karena kemaren itu sudah diresmikan proyek pabrik setrum PLTU celukan bawang yang rencananya akan menyuplai listrik sekitar 780 MW dengan unit I 3×130 MW,terus unit II 1×130 dan terakhir 1×260 MW, unit I akan selesai tahun 2009 dan proyek ini akan siap meyuplai listrik ke PLN tahun 2011, pabrik setrum ini dikelola oleh PT General Enegy Bali danĀ  dengan bertambahnya proyek strum ini bisa mengatasi pasokan setrum di Bali yang selama ini masih bergantung dari Jawa dan tidak membuat was-was pengelola hotel dan restoran yang merupakan pelengkap dari industri wisata di Bali , u no (linggis).” kembali terdengar kriuk-kriuk dari kacang yang hancur dari kunyahan jupri.
” kenapa ga meneliti ikan pari atau belut yang sama-sama bisa menghasilkan setrum, kan ga usah pake batu bara atau perlu BBM cuman tiggal kasih ikan teri atau kasih pelet( pakan ikan )
” iya habis itu suruh nyetrum gundulmu itu to” puff…. jupri meniup lilin dan pergi meninggalkan parto yang masih meletakkan dagunya diatas meja.

Iklan