Arsip Tag: renungan

kehilangan sandal

senja baru saja tengelam bersama terang membiarkan denpasar gelap,lampu-lampu berusaha memberi terang sudut warung.menjelang malam warung masih lumyan ramai pembeli yang sekedar ngopi atau menikmati camilan sebelum makan malam.suara radio di pojok ruangan menambah hangat malam ini.

sandal.jpgparto sedang membenahi letak kursi sebelum jupri masuk dan langsung duduk di kursi yang hendak di rapikan.
“huh..saya sebel banget hari ini to”jupri cemberut dan duduk lunglai.
“lho memangnya kenapa pri,bukannya kamu tadi pamitnya mo kewarnet”tangan parto masih memegang ujung sandaran kursi yang kini diduduki jupri
“iya to,tadi memang pergi kewarnet dan ga seperti biasanya ada kriminalitas kecil menimpaku”
“kriminalitas keci apaan,maksudnya?”
“tadi sandalku ilang to,padahal itu sendal sudah menemaniku selama setahun ini”jupri menyandarkan punggungnya menyesali kejadian yang telah menimpanya.
“ilang..?lha terus yang kamu pake ini sandal siapa”parto berusaha mencari tau lebih dalam
“ya berhubung sandal saya ilang ya saya pake sendal ini”
“ooo…trus yang kamu lakukan ini apa bukannya kriminalitas juga pri”pandangan parto tertuju kearah sandal jupri.
“iya juga to,tapi gimana lagi..”
“ya..mungkin sandal kamu itu tertukar pri,pelakunya secara tidak sengaja memakainya ,karena sandal kamu yang ilang itu punya warna dan hampir sama ukurannya”
“iya tadi waktu awal saya juga sempat melihat sandal yang sama sebelum saya melepasnya berjajar to,tapi saya masih penasaran dimana sandal itu to.
“yah…saya tau dimana sandalmu pri”
“beneran to,trus dimana sandal itu ?”jupri antusias mendengar apa yang di ucapkan parto
“ya..sandal itu sekarang ada di pikiranmu”
parto melanjutkan kembali aktifitasnya membenahi meja dan kursi sebelum tutup,membiarkan jupri mencerna kalimat parto.

taste of silence

Mengamati tiap luruhan butiran air dari langit yang tak terbiaskan cahaya,hanya
pekat kelabu menutup langit malam ini tanpa bintang hanya jelaga.beku malam ini
membuat kaku kesadaran parto yang duduk tanpa bahasa.ingatannya menyusuri kembali pengalaman di tiap cabang jalan hidupnya.
Dua tahun lalu tepat saat sunyi menyebarkan kedamaian,dimana selepas sholat Dhuha
dia masih bersila di atas alas sholatnya menyelesaikan dzikir saat itu pulau ini benar-benar bernafas lega dari jamahan anak cucu adam,tanpa debu dari asap
keserakahan dan derap roda jaman.NYepi tahun caka 1927 atau maret tahun 2005 yang
lalu,sebuah perjalanan yang mungkin tidak akan di lupakan parto dan menjadi pengalaman yang luar biasa dalam hidupnya.
Kedamaian, ketenagan dan indahnya rasa sunyi dengan hanya mendengar suara
bumi, suara angin yang berlagu bersama daun daun, mendengarkan suara sepi
pikiran, mengamatinya merasakannya lalu sebuah sinfoni sepi yang benar-benar luar
biasa yang belum pernah terasakan sebelumnya. Mungkin inilah kedamaian yang
sebenarnya yang akan membuai semua keluh,menelan kesombongan ,dendam dan semua
pikiran dunia.yang terucap dan bisa terdengar hanya”kembali ke hati,rasakan,dengarkan dan lepaskan dunia” waktu itu parto benar-benar mengikuti aliran sungai sepi dan membawanya berada di ruang yang penuh damai,ketenagan dan kesejukan.beberapa saat parto dalam dekapan sepi, rasanya ia tidak mau pikirannya kembali pada dunia ini,pada keluarga, statusnya dan semua lika liku keruwetan hidup.tapi akhirnya dia putuskan untuk kembali sadar dan membuka matanya ,ia masih duduk diatas sajadahnya masih merakan sepi.