Arsip Tag: romantis

juminten pergi #2

matahari mulai beranjak meninggalkan selimut pagi,terangnya semakin hangat jatuh diatap pepohonan. sepanjang perjalanan menuju terminal ubung yang berjarak tidak lebih dari 10 kali keliling lapangan sepak bola terasa panjang untuk ditempuh parto. dengan pikiran yang tidak karuan parto memacu motornya pelan seolah menikmati saat terakhir merasakan lingkaran tangan juminten di perutnya dan masih tanpa kata terucap,sementara juminten yang diboncengnya ikut terdiam memejamkan matanya mencoba mendengarkan detak jantung parto dengan menyandarkan kepalanya di punggung parto.

akhir pekan suasana terminal ubung terasa ramai dengan lalu lalang para penumpang, kernet, supir dan berseliweran pedagang asongan. setelah membayar retribusi masuk mereka berjalan meuju tempat tunggu lalu duduk disalah satu bangku yang sudah berwarna kelam sekelam keadaan mereka.

“kamu nyakin dengan keputusanmu ten?”parto memegang jemari juminten dengan erat,tak rela melepaskan pujaannya yang akan direnggut waktu.
juminten mengangguk matanya masih sayu tertutupi mendung.parto mengela nafas panjang dan meraih tubuh juminten kedalam pelukannya lebih erat seerat ikatan cinta mereka.beberapa pasang mata sempat melihat kearah mereka dan tanpa berkomentar mungkin sudah terbiasa menyaksikan perpisahan di terminal ini.

“ya sudahlah ten, meskipun jarak merentang diantara kita, cintamu akan selalu ada disini”parto menuntun tangan juminten merasakan denyut jantungnya,jelas mata parto berkabut menatap wajah juminten yang pipinya basah terlinangi air mata.”mari ten saya antar kamu masuk kedalam bus,sepertinya bus kamu sudah mau berangkat”parto melpaskan pelukan juminten dan dengan mengandeng tangannya menuju bus jurusan surabaya.

setelah memastikan juminten menemukan tempat duduk, parto perpesan sebelum ia turun”hati-hati ten, jangan lupa berdo’a “parto mengusap pundak sementara juminten masih kelu kehilangan kata-kata.tak lama bus itu pun berangkat membawa juminten jauh dari parto. dari balik jendela juminten bisa melihat kearah parto yang berdiri di pinggir terminal melambaikan tangannya. beberapa saat parto tertegun menyaksikan bus yang membawa kekasihnya pergi entah kapan kembali.sesalnya menemui keadaan ini namun itulah jalan yang harus dilewati hanya kata kenapa tersisa seperti Peabo Bryson dengan why goodbye yang terdengar dari salah satu kios souvenir diterminal.

….

So are we over now
Do we just turn the page and let the story end
Do we just walk away just like we never met
I know we said some things and now you want to leave
But baby, that’s no reason to let it good love die

Why goodbye
Why must it be this way
So many words
So many other words that we could say

Why goodbye
After all this time
Can’t we try
Why goodbye

….

Iklan