the paRtO's show

everything but N O T H I N G

  • a-Qu
  • Baliazura
  • Semeton BBC
  • tentang pArtO

Parto Pergi #3

Posted by baliazura on Maret 15, 2012
Posted in: Uncategorized. Tinggalkan sebuah Komentar

Setelah menempuh perjalanan yang terasa begitu jauh dan lama akhirnya Parto sampai juga diterminal ubung diantar sahabatnya Jupri dengan motor Sementara rintik gerimis masih saja turun membasahi kenangan parto akan terminal ini. Beberapa waktu yang telah lalu disini dia melepas kepergian juminten yang tanpa pernah diduga saat itu adalah saat terahir juminten perpamitan pergi dan tak pernah kembali lagi. Parto masih terbawa kedalam hutan memorinya berdiri berusaha tegar seperti pohon-pohon kenangan yang menancap kuat didalam ingatannya. Jupri mengunci motornya dan melepaskan jas hujan yang diakenakan sedari tadi dan merentangkan diatas motornya. Jupri mengambil helm yang masih diatas kepalan parto yang menatap kosong kearah tepat dimana dulu dia duduk dan memeluk juminten sebelum dia naik bus.

 

“Udah to, jangan bengong saja masih gerimis ini nanti kamu malah masuk angin” celoteh jupri sambil mengurunkan niatnya untuk mengambil paksa helm yang dikenakan karn parto kembali dari perjalannya menyusuri tapak tapak kenangan masa lalunya dengan terminal ubung.

 

“iya-iya pri, ini helmnya” Parto menyodorkan helmnya kearah jupri.

 

Suasana tidak begitu ramai karna keberangkatan jalur luar kota kearah surabaya biasanya ramai pada sore hari sementara untuk keberangkatan pagi hanya beberapa armada bus yang membuka jadwal perjalanan pagi hari.

 

“Tiket tidak lupa dibawa kan to” tanya jupri sambil bergegas berjalan menuju ruang tunggu setelah membayar tiket peron masuk terminal

 

“Tiket sudah saya bawa pri, jangan kawatir” parto mengikuti langakah sahabatnya yang bergegas menghindari gerimis

 

Beberapa kursi dan bangku diruang tunggu masih banyak yang kosong, lalu lalang khas terminal juga tidak terlalu ramai. Suasana masih terlihat basah dan bulir bulir tetesan air terjatuh dicerung-cerung atap terminal.

 

” Busnya berangkat jam berapa to” tanya jurpri sambil duduk disalah satu bangku

 

” Jam 9 pri” parto iktu duduk disamping jupri

 

Jupri melihat jam yang melingkar dipergelangan tangan kirinya

 

“10 menit lagi to, bus mu akan berangkat”

 

Parto hanya menghela nafas sambil membetulkan kardus kecil yang dari tadi dijinjingnya dan melepaskan tas rangsel dari punggungnya agar dia lebih leluasa untuk bersandar pada bangku tunggu.

Seseorang datang dengan pakaian seragam transportasi yang datang menanyai parto.

“maaf mas sudah beli tiket ?”

“sudah pak, ini tiket say” Parto mengambil lembaran tiket dari sarku celananya

Petugas dari transportasi menerima dan mengamati tiket tersebut

“dengan mas parto ya ?” tanya petugas tersebut dengan mengembalikan tiket kepada parto

 

“iya pak, saya parto”

 

“mas sebentar lagi busnya akan berangkat tepat jam 9, pada penumpang sudah sebagian masuk kedalam bus” petugas itu menunjuk bus yang terparkir tak jauh dari ruang tunggu.

 

” iya pak , sebentar lagi saya akan naik”

 

petugas itu lalu pergi dan menanyakan hal yang sama dengan seseorang yang duduk di ruang tunggu lainnya

 

“Pri, saya naek bus dulu ya” parto bangkit berdiri mengendong kembali tan rangselnya

jupri tidak menoleh atau merespon apa yang dilakukan parto, yang jelas air mata kesedihan telah luruh bersama gerimis pagi ini dari sudut mata jupri. Sekaan tangan jupri mencoba membuang jauh jauh air mata itu namun kesedihan ini tak terbendung lagi saat melepaskan sahabat yang selama ini telah datang seperti matahari memberi sinar untuk melihat dunia lebih berwarna, kini matahari itu akan segera pergi seperti senja yang akan mengadirkan gelap. Jupri berdiri dan memeluk sahabatnya untuk pergi.

 

Parto menepuk-nepuk punggung jupri agar kuat dan menerima keadaan dan kepergiannya

 

“sudah pri, besok kamu harus datang jawa berkunjung dan menginap” kata parto sambil menepuk pundak sahabatnya yang sudah mulai bisa menguasai emosinya yang melankolis dengan perpisahan ini.

 

“iya to, aku pasti akan berkunjung dan akan mebawa dayu sebagai istriku untuk bulan madu ke jawa, u no ( you know.red )

Parto pergi melangkah menuju bus yang akan membawanya ke tempat baru, semangat baru cita-cita baru dan harapan yang lebih tinggi lagi. Jupri memandang sosok temannya pergi dan menghilang dengan bus dibalik tembok kantor pengurus terminal dan hanya mengucapkan kata gut lak ( good luck.red ). Jupri pun melangkah meninggalkan ruang tunggu dan melewati segerombolan pengamen dengan menyanyikan Belum ada judul iwan fals yang tertangkap beberapa bait syair oleh telingga jupri yang semakin hilang dengan semakin jauhnya dia pergi meninggalkan ruang tunggu terminal ubung.

 

Pernah kita sama-sama susah
Terperangkap di dingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Di gilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah . . . . . lelap
Pernah kita sama-sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai sa’at kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib memang berputar
Sahabat masih ingatkah . . . . . . . kau

Parto pergi #2

Posted by baliazura on Maret 15, 2012
Posted in: Uncategorized. Tinggalkan sebuah Komentar

Gerimis seakan luruh tertumpah dari tigris atap atap langit, turun berderai bersama dingin pagi, Parto selesai berpamitan dengan semua tetangga kos dan tetangga sekitar warung. Pak Genthong hanya berkaca-kaca melepaskan keponakannya untuk mencari matahari dikaki langit cita-cita yang menjadi keinginannya. Diujung gang seseorang hanya berdiri berpayung menunggu langkah parto sampai dibibir jalan. Parto berjalan berasama Jupri yang memanggul kardus kecil bawaan parto. Jupri membenarkan letak jas hujan yang dikenakannya sambil memandang parto yang sedari awal melangkahkan kaki keluar dari halaman rumah pak genthong hanya tertunduk larut bersama air yang terserap tanah.

Langkah kakinya kian melambat ketika jarak dengan sosok seseorang yang berdiri berteduh dibawah payung itu semakin dekat dan semakin jelas, parto memandang wajah seseorang yang berdiri berpayung itu. Parto menghentikan langkahnya tepat didepan seseorang itu yang ternyata adalah seorang gadis dengan mata layu tanpa cahaya matahari sama seperti pagi ini tanpa sapa matahari. Gadis itu mengankat payungnya agak tinggi dan mengarahkan kearah parto dengan isyarat agar parto berteduh dibawah payung yang dia kenakan, Jupri mengerti perasaan mereka dan mencoba untuk memberi waktu dua orang yang akan segera terpisahkan jarak dan waktu, Jupri pergi dan mengambil motor yang terparkir diterasnya yang tidak jauh dari gang rumah pak genthong.

Rintik hujan yang jatuh menerpa kain payung menjadi irama diantara detak jantung parto, pagi itu semakin kelu dan pilu. Tangan parto meraih jemari tangan gadis yang memegang erat gagang payung seolah tak ingin ada badai atau angin menerbangan payungnya, sperti inginnya memegang erat orang yang dicintainya agar tidak terengut takdir meninggalkan dia sendiri. Tak kuasa menahan keadaan ini gadis itu menangis memeluk erat parto dengan melepaskan gengaman payungnya. Parto dengan sigap mengantikan gengaman payung untuk menghalau gerimis, sementara tangan parto yang lain mengelus punggung gadis itu agar mereda tanggis gadis itu didalam pelukannya.

Gerimis masih saja mengetuk pagi mengukung matahari dengan rintik-rintik repihan awan-awan. sinfoni pagi merlukis romasan menyergap Parto dan gadis itu tak perduli pagi ini tanpa hangat mentari karna cinta mereka telah memberi energi untuk menjadi lebih kuat dengan keadaan ini.

ku iringi langkahmu sampai ke akhir jalan
sungguh berat terasa menyadari semua
di saat terakhirku menatap wajah itu
terpejam kedua mata dan terbang selamanya

inginku mengejar dirimu
menggenggam erat tanganmu
sungguh ku tak rela

* ku tahu kau tak tersenyum melihatku menangis
maka sekuat tenagaku ku relakan saat kepergianmu

 

Parto pergi#1

Posted by baliazura on Maret 2, 2012
Posted in: Uncategorized. Tinggalkan sebuah Komentar

Hujan menunda untuk jatuh sore ini meskipun mendung sudah sedari pagi mengelayut dilangit kota Denpasar dan sepertinya mendungpun juga hadir dipikiran parto membuat aura hari menjelang keputusannya untuk meninggalkan Denpasar menjadi kelabu seabu-abu gundukan-gundukan awan.

Beberapa kardus sudah terpacking rapi dengan label alamat pengirim dan penerima dibagian atasnya, kotak-kotak kardus itu seolah mewadahi semua kepingan kenangan parto selama hampir sewindu menempati sesudut ruang di kota Denpasar. Parto melepas penat duduk menyelonjorkan kaki dengan menyandarkan tubuhnya pada dinding kamarnya, mengamati dengan seksama tiap sudut seolah bertanya apa yang mereka rasakan dengan perpisahan ini. Sementara sahabat karibnya Jupri duduk didepan pintu menghadap arah luar kamar kosnya, membisu memandang pohon kamboja di pelataran yang menjatuhkan beberapa bunga ketanah karena tiupan angin.

Beberapa saat mereka terdiam dengan pikirannya masing-masing, parto pun beranjak dan menyalakan lampu kamar sepeninggal matahari hilang menyelinap dalam gelap malam. Hanya bulan yang hampir separo melengkapi langit malam ini, meskipun cahayanya kadang hilang dibalik awan.

“ Kapan semua kardus-kardus ini akan dipaketkan to” Tanya jupri sekaligus beranjak dari duduknya mengambil botol air mineral dan menuangkan dalam gelas, sebelum meminumnya ia menunggu jawaban dari parto yang mengeser kardus-kardus kesudut ruangan.

“ Besok siang pri, tadi sudah saya pesan ke jasa titipan agar besok bisa datang dan mengambil paketan ini”

“ Kenapa kamu memutuskan untuk meninggalkan Bali to, bukannya dulu ini keinginanmu untuk kerja di Bali ?” Tanya jupri setelah meneguk air dari dalam gelasnya. Parto belum menjawab, ia hanya berlalu mengambil sapu yang tergantung di dinding belakang

“ Pri, keinginan itu sudah terkabul, dan saat ini saya memiliki keinginan lain. Keinginan mandiri dan keinginan lebih baik dari yang sudah baik sekarang” jawab parto sambil mengayunkan sapunya membersihakn lantai dari debu-debu kardus.

“ Bukannya mandiri itu bisa kamu dapat disini to dan keadaan lebih baik juga bisa diraih disini , u no ( you know.red )“

“ Memang itu benar pri, tapi ada hal yang menjadi pertimbangan lain sehingga aku memutuskan untuk pergi ”

“ lalu siapa yang akan mendengarkan keluh kesahku lagi, to ?”

“ Pri, saatnya dirimu akan mengerti dan paham dengan keadaan ini. Sudah saatnya kamu menapaki hubungan yang lebih serius lagi dengan dayu” parto mengentikan ayunan sapu dan memandang kearah jupri.

“ itu sudah to, dan kami akan menikah tahun depan walaupun tanpa restu dari orang tua dayu”

“ ya kalau itu yang terbaik saya hanya bisa mendukungmu pri, jarak bukan masalah untuk memberikan saran dan masukan dan mendengarkan ceritamu” parto mengakhiri dengan memasukkan kumpulan debu dalam serokan kemudian bergegas menuangakan serokan itu kedalam tempat sampah lalu mengembalikan sapu ketempat semula

Jupri hanya diam mendengar jawaban parto dan mengurungkan niatnya untuk meletakkan botol kemeja setelah parto menyambar botol itu dari tangan jupri tak lupa gelas dalam genggamannya dan menuangkan kedalam gelas dan mengeguknya hingga habis.

Hanya malam yang pasti berjalan menuju pagi dan hari siap menyambut kembali matahari, kisah dua sahabat yang selalu ada pada saat kaki tak mampu menopang dan selalu menjadi tangan yang terulur saat tertatih,menjadi laut yang menampung kelu menjadi langit saat ingin melukis impian, menjadi tawa saat duka melanda. Hening malang terpecah saat ada pangilan masuk ke telepon genggam Jupri, terdengar lirih lagu Sheila on 7 yang sengaja dipilih jupri untuk sahabatnya yang akan pergi

. …. Bersenang-senanglah

Karna hari ini yang kan kita rindukan

Dihari nanti, sebuah kisah klasih untuk masa depan

Ciri-ciri Pria berbakat kaya

Posted by baliazura on Januari 28, 2012
Posted in: Uncategorized. 2 komentar

Setelah manarik nafas dan duduk parto duduk di dekat pintu warung dengan maksud bisa merasakan semilir angin mendinginkan suhu tubuhnya setelah selesai menjamu pelanggannya siang ini.

“ Mobil siapa itu to?”tanya Jupri sambil berlalu menuju cooler box dan mengambil teh kemasan botol. “ Mobil bapak yang lagi makan itu pri di pojok sana” jawab parto sambil tetap mengibas-ngibaskan Koran.” Nanti pri setelah saya pulang dari linggis, saya beli satu” lanjut parto.

“ halah, saya ga melihat cirri-ciri kamu berbakat kaya to” tawa kecil mengakhiri kalimat Jupri. “ lho memangnya klo mau jadi orang kaya itu ada cici-cirinya pri?” kalimat parto datar sambil terus mengipas-ngipaskan Koran didekat wajahnya.

“ lho ada to, ni..ciri-ciri pria berbakat kaya”

1. BEBERAPA REKENING
Lihat apakah kekasih Anda punya rekning bank lebih dari satu. Ini bisa jadi indikasi dia berbakat kaya. Karena, biasanya orang yang punya rekening tabungan dua atau lebih cenderung berusaha mengatur uangnya dengan benar. Lelaki tipe ini memisahkan pos-pos pnghasilannya. Misal, satu rekening digunakan hanya untuk menerima transfer gaji dan belanja, rekening lainnya untuk tabungan.

2. SUKA MENOLONG
Tidak tepat jika orang yang suka menimbun harta, pelit, serta enggan berbagi dan memberi adalah orang yang berbakat kaya. Justru lelaki yang mudah tergerak hatinya dan gampang menolong oranglah yang pantas Anda lirik. Dia adalah tipe orang yang akan relatif mudah hidupnya. Entah bagaimana caranya, Anda berdua akan sangat jarang kesulitan uang. Dan yang terpenting, kenikmatan memberi itu memang tak ada penggantinya.

3. PUNYA CITA-CITA
Jangan harap Si Dia berbakat kaya jika hidupnya dialirkan bagai sungai, entah hendak bermuara di mana. Lelaki yang berbakat kaya selalu punya rencana besar dalam hidupnya. Ada sesuatu di masa depan yang hendak diraihnya. Untuk itu, dia akan punya rencana jangka pendek dan menengah untuk mencapai cita-citanya. Dalam bercita-cita, dia tidak takut ada mmpi yang tampaknya mustahil.

4. TAK BERHOBI SPESIFIK
Lelaki yang punya hobi spesifik cenderung menghabiskan uangnya untuk hobinya. Ini juga berlaku untuk lelaki yang hobi berbelanja. Tentu saja ada orang yang punya hobi spesifik punya urat kaya. Namun, toh tidak semua orang punya nasib bisa kaya begitu saja. Lelaki yang tidak punya hobi spesifik biasanya akan mengeluarkan uangnya untuk berbelanja berdasarkan mood. Dia cenderung merasa tidak punya kebutuhan spesifik, sehingga enggan membeli seusatu.

5. BUTA HARGA
Dia tidak tahu persis apa bedanya barang mahal atau murah. Buatnya, kemeja ya kemeja. Bentuknya seperti itu, ada ukurannya yang pas dan pantas dipakai ke kantor. Lelaki seperti ini tidak akan bermasalah dengan kemeja murahnya.

6. HIDUNG BISNIS
Apakah Anda pernah mendengar dia mengatakan (kurang lebih), “Ini bisa jadi peluang bisnis. Bisa dicoba.” Artinya, dia dapat melihat sesuatu, sekecil apa pun, sebagai sebuah peluang bisnis. Tiak banyak orang yang punya kemampuan seperti ini. Jadi, kalau dia kerap melontarkan komentar yang berhubungan dengan peluang bisnis, bisa jadi ia memang berbakat kaya.

7. PEKERJA KERAS
Punya hidung bisnis saja tidak cukup tanpa kerja keras. Ini yang membedakan seorang pemimpi kelas berat dengan pengejar mimpi. Seorang pengejar mimpi akan berusaha sekuatnya untuk mewujudkan cita-citanya. Tentunya itu dengan kerja keras.

8. KEAHLIAN KHUSUS
Perhatikan deh apakah Si Dia punya satu atau dua keahlian khusus. Misalnya, dia menguasai komputer dengan baik, pandai melobi, atau apa pun. Kemampuan khusus ini bisa jadi modal dia dalam menjalani hidupnya. Lelaki tipe ini cenderung survive dalam hidupnya.

9. BANYAK TEMAN
Temannya ada di mana-mana. Tidak hanya mantan teman-teman SMA, kuliah, atau kantor. Tapi juga dari komunitas lain, yang mungkin Anda tidak pernah duga sebelumnya. Orang yang banyak teman bisa diartikan punya networking yang cukup luas sehingga ditaruh di mana pun dia akan bisa hidup (dengan baik).

10. MEMELIHARA PERTEMANAN
Kadang Anda jengkel karena dia rajin menelepon atau SMS yang tidak penting ke teman-temannya. Just say hello saja bisa berkepanjangan. Mestinya Anda tidak perlu kesal karena ini adalah caranya untuk memelihara pertemanan. Orang boleh punya banyak teman, tapi jika dia tidak bisa memeliharanya, maka sia-sia saja.

11. MUDAH BERTEMAN
Hanya orang yang menyenangkan yang mudah berteman. Pergi ke tempat baru mana pun, dia bisa dengan mudah punya teman ngobrol. Ini menandakan dia orang yang terbuka, punya sense of humor, dan berwawasan cukup luas. Orang-orang seperti ini biasanya tidak sulit beradaptasi dengan lingkungan baru, termasuk jenis pekerjaan baru. Sehingga dia tidak perlu khawatir tidak punya pekerjaan yang baik.

12. PERCAYA DIRI
Dia tahu persis apa kelebihan dan kekurangannya, dan percaya orang lain pun begitu. Sehingga, dia tidak gentar ketika berinteraksi dengan orang lain, atau diharuskan melakukan sesuatu yang baru. Termasuk dia percaya bahwa dia bisa hidup layak hari ini atau esok lusa, bersama Anda.

13. FOKUS
Dalam melakukan apa pun, dia fokus. Perhatiannya tidak mudah terceraikan oleh hal lain. Orang yang fokus biasanya punya tanggung jawab yang baik. Ini berhubungan dengan bagaimana dia berusaha mencapai cita-citanya, menyelesaikan pekerjaannya, dan serius membangun hidup bersama Anda.

14. OPTIMIS
Hampir tidak pernah Anda mendengar, “Ah, susah”, Enggak bisa”, “Mustahil aku bisa melakukannya”, “Malas ah”, dan yang sejenisnya. Lelaki pesimis akan sulit survive dalam hidupnya. Keoptimisan bisa membuat seseorang mampu melakukan sesuatu yang secara hitungan di atas kertas sulit.

15. SEHAT
Lelaki penyakitan akan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan tidak melakukan apa-apa.. Belum lagi ongkos dokter dan rumah sakit yang makin tidak masuk akal mahalnya. Uang Anda berdua bakal habis di sini. Selain itu, orang yang sehat akan bisa berpikir dengan lebih sehat.

 

“ begitu to, ciri-ciri nya”.

“lah berarti saya juga ikut masuk dalam cirri-cirinya tadi pri, saya sehat, punya keahlian khusus, dan buta harga dan masih banyak lagi..pri” jelas parto.

 

Siang masih cukup panjang dengan matahari bertengger di payung langit, acuh memandang dua sahabat itu dengan obrolan siangnya.

Note: Artkel dari kompas

Sore

Posted by baliazura on Desember 20, 2011
Posted in: Uncategorized. Tinggalkan sebuah Komentar

Awan masih berserakan pada langit sore ini, tipis melayang pelan berusaha menutup biru, Pohon tanah masih segar tersiram hujan pagi hingga siang tadi.

Seiring denting piano dan petikan gitar yang memenuhi ruangan warung dari sumber speaker Hi-Fi yang barusaja dipasang di dinding di dua sudut tembok warung. Backsound music sangat relax dinikmati sore ini teduh dan segar sperti pohon-pohon mangga di depan warung. Parto berdisi memejamkan mata sambil masih memegang piring memutar-mutar permukaanya dengan sebuah kain lap,  alisnya sesekali naik turun mengikuti ritme yang mendayu dari gesekan biola tak lupa kepalanya juga sedikit dimiringkan seolah tak mau kalah dengan nada nada tinggi. Beberapa saat ia sangat menikmati segment drying piring dan tak perdulikan jupri yang sedari tadi selesai memasang speaker mengawasinya. kali ini kepala jupri digeleng-gelengkan bukan untuk mengikuti irama tetapi pasrah dengan keadaan temannya yang mungkin istilah bahasa anak muda jaman sekarang “lebay”. matanya mulai membuka dan meletakkan piring yang mungkin sudah dilap lima puluh putaran saat music berganti dari piano dan gitar akustik menjadi suara gitar khas piyu padi.

“Untung saja piring itu polos to” komplain jupri sambil meletakan palu dimeja pantry dan meletakkan posisi tangannya kepinggannya. ” coba kalau piring itu bergambar pasti sudah pada buram motifnya.” Jupri melanjutkan komplainnya.

“he he he, bener ya pri untung pak Genthong pinter milih piring polos jadi tidak kelihatan motifnya klo sudah buram.” parto kembali melakukan aktifitasnya mengelap piring dengan sesekali menengok kearah jupri yang masih berpose seperti dengan tangan dipinggangnya. kini parto merapatkan bibirnya sampil mengelengkan kepala mengikuti hentakan drum yoyo padi.

“aku itu dari tadi manggil-mangil kamu to, minta tolong ambilkan tangga. sampai capek aku nangkring diatas lemari betulin speaker kamu malah geleng-geleng didapur.”

“ooo tadi itu dirimu pri yang mangil-mangil , he he he yo mangap” parto bergegas menyelesaikan mengelap piring dan pergi

“mau kemana to” tanya jupri yang seolah dicuekin dengan posenya dan berjalan mengikuti parto

“mau kebelakang ambil tangga, kan dirimu minta tangga to” parto menghentikan langkahnya dan berbalik karah jupri

“udah telat”

“oo ya sudah kalau begono”parto kembali kearah dapur

Langit semakin kelabu, Angin sore meluruhkan bulir bulir sisa hujan dari sudut daun.

Ingin sungguh aku bicara
Satu kali saja
Sebagai ungkapan kata… perasaanmu padaku

Telah cukup lama kudiam…
didalam keheningan ini
Kubekukan di bibirku
Tak berdayanya tubuhku

Dan ternyata cinta yang menguatkan aku
Dan ternyata cinta… (tulus mendekap jiwaku)

Kau yang sungguh selalu setia
Menemani kesepianku
Menjaga lelap tidurku
Membasuhku setulusnya

Merekahnya fajar hatiku
Menghangatkan luruhku
Dan resapkan keharuman
Engkau yang mencintaiku

(padi#dan ternyata cinta)

Posts navigation

« Tulisan lama
  • Bali
Blogger Community
  • monyet.gif
  • ..tweets kang Partozz

    • "@MelatiKingboOo: Ngakak sumpahhh..tamu 1 ini ("`▽´)-σ @partozz ,masuk rumah tnp permisi..."Xixxxxixi untung rmh e sns..::..3 days ago
    • #mudaitu kreatif inovatif antusias..::..5 days ago
    • @yayukmei io nanti numpak dokar ae yo opo becak wkwkwkwkwk..::..6 days ago
    • @yayukmei aku tdk akan membiarkanmu dlm duka cinta..::..6 days ago
    • @yayukmei menerimaku saat suka dan senang..::..6 days ago
  • Halaman

    • a-Qu
    • Baliazura
    • Semeton BBC
    • tentang pArtO
  • Blog Stats

    • 82,256 hits
  • menu laris

  • Sajian Menu

  • fb kang partozz

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Blog pada WordPress.com. Tema: Parament oleh Automattic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Powered by WordPress.com